Hujan Deras Rendam Bekasi, Pemkab Siapkan Langkah Bertahap Atasi Banjir Langganan
Pemerintahan    Senin 19 Januari 2026    13:45:19 WIBCIKARANG PUSAT - Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Aktivitas warga terganggu, sementara akses dan jalur penghubung antarwilayah sempat terhambat akibat genangan air.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sementara, banjir telah melanda 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik genangan. Sebagian besar wilayah terdampak merupakan kawasan yang hampir setiap tahun mengalami banjir berulang.
“Dalam beberapa waktu terakhir ini, curah hujan yang cukup lebat menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Data sementara, sudah berdampak di 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik,” ujar dr. Asep saat memimpin Apel Hari Desa di Plaza Pemkab Bekasi, Senin (19/1/2025).
Ia menuturkan, hasil peninjauan langsung ke lapangan menunjukkan bahwa mayoritas titik banjir merupakan daerah langganan yang kerap terdampak setiap musim hujan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mulai membahas solusi jangka menengah dan panjang bersama para camat.
“Rata-rata wilayah yang saya kunjungi itu banjir langganan, setiap tahun pasti terjadi. Kemarin saya berdiskusi dengan camat, bagaimana solusinya, apakah melalui sodetan atau langkah teknis lainnya,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut dr. Asep, menargetkan penanganan banjir dilakukan secara bertahap agar persoalan serupa tidak terus berulang dari tahun ke tahun. Upaya tersebut mencakup langkah preventif dan mitigasi sejak dini, terutama di wilayah rawan.
Ia mengimbau seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Salah satunya dengan memastikan saluran drainase berfungsi optimal, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Langkah antisipasi harus dilakukan bersama. Mulai dari drainase, kebersihan lingkungan, hingga koordinasi antarinstansi,” tegasnya.
Selain itu, dr. Asep juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus hadir dan responsif ketika kondisi darurat terjadi di wilayah masing-masing.
“Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna meminimalkan dampak banjir dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.***Samsudin




























