Keluhan Kesehatan Warga Pascabanjir Karawang Meningkat, Karangligar Paling Banyak Datangi Posko
Kesehatan    Kamis 22 Januari 2026    23:08:52 WIBKARAWANG -Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, keluhan kesehatan warga terdampak mulai meningkat. Dari enam desa yang masuk wilayah pantauan layanan, kasus terbanyak tercatat berasal dari Desa Karangligar.
Kepala Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana, MKM, mengatakan desa terdampak banjir yang dipantau meliputi Karangligar, Parungsari, Mekarmulya, Mulyajaya, Wanakerta, dan Wanasari.
“Dari enam desa tersebut, jumlah kunjungan dan keluhan kesehatan paling banyak berasal dari Desa Karangligar,” ujar Veronica, (22/1).
Berdasarkan data pelayanan di pos kesehatan banjir, tercatat 549 kunjungan warga yang mendapatkan layanan medis. Dari jumlah itu, 546 orang berusia di atas lima tahun, sedangkan tiga orang berusia di bawah lima tahun.
Jenis keluhan yang paling dominan dialami warga terdampak banjir ialah dermatitis atau gatal-gatal dengan total 141 kasus. Keluhan ISPA seperti batuk dan pilek juga cukup tinggi, tercatat 55 kasus.
“Keluhan terbanyak memang dermatitis atau gatal-gatal, kemudian disusul ISPA seperti batuk dan pilek,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga mencatat sakit kepala 69 kasus, hipertensi 71 kasus, serta myalgia/nyeri otot 55 kasus. Sementara keluhan lain meliputi gastritis 16 kasus, sakit mata 11 kasus, dan diabetes melitus 7 kasus.
Dalam pendataan posko, terdapat pula 116 kasus keluhan lainnya serta dua kasus luka ringan akibat aktivitas warga selama banjir. Adapun penyakit menular berbahaya seperti demam berdarah, chikungunya, leptospirosis, hingga Covid-19 dilaporkan nihil.
Veronica memastikan hingga kini seluruh pasien masih bisa ditangani melalui rawat jalan, tanpa ada kebutuhan rujukan ke rumah sakit.
“Sejauh ini belum ada pasien yang dirujuk. Semua masih bisa ditangani di pos kesehatan karena keluhannya tergolong umum,” katanya.
Tingginya kunjungan dari Karangligar, lanjut Veronica, dipengaruhi pola pengungsian warga yang masih tersebar dan belum terpusat. Banyak warga mengungsi mandiri ke rumah kerabat maupun kontrakan.
“Untuk Karangligar, warga datang langsung ke pos kesehatan dan hampir tidak berhenti dari pagi sampai siang. Sementara desa lain kami layani dengan puskesmas keliling,” ungkapnya.
Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan air banjir, serta segera memeriksakan diri ke pos kesehatan jika mengalami keluhan, agar penyakit pascabanjir tidak semakin meluas.***Emn




























