Dari Laut ke Darat, Ikan Layur Kini Jadi Ikon Kebanggaan Palabuhanratu
POLRI    Minggu 08 Februari 2026    14:33:59 WIBSukabumi - Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini memiliki penanda wilayah sekaligus simbol identitas baru. Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di kawasan Kantor Kelurahan Palabuhanratu, merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan laut.
Tugu ikan layur itu bukan sekadar elemen estetika. Ia lahir dari gagasan dan kecintaan seorang warga Palabuhanratu terhadap kampung halamannya. Ikan layur, komoditas laut yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan nelayan setempat, dipilih sebagai simbol karena kedekatannya dengan keseharian masyarakat.
Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, mengatakan pembangunan tugu tersebut berangkat dari realitas yang sederhana, namun sarat makna. Ikan layur bukan hanya hasil tangkapan laut, melainkan simbol ketekunan dan keberlangsungan hidup warga pesisir.
“Tidak ada maksud lain dalam pembangunan tugu ini. Ikan layur merupakan salah satu komoditas yang paling sering didapatkan nelayan di Palabuhanratu. Bahkan masyarakat yang sekadar memancing pun lebih banyak memperoleh ikan layur dibandingkan jenis ikan lainnya,” ujar Yadi, (7/2/2026).
Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku ingin meninggalkan jejak yang bermakna selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, sebuah ikon sederhana dapat menjadi pengingat akan identitas dan kebanggaan daerah.
“Kami ingin ada kenangan dari masa kepemimpinan saya. Sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna dan bisa dikenang oleh masyarakat Palabuhanratu,” tuturnya.
Saat ini, pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 95 persen. Di tengah beragam pandangan masyarakat, Yadi menyebut respons warga secara umum sangat positif. Banyak yang menilai tugu tersebut mencerminkan karakter Palabuhanratu sebagai wilayah pesisir dengan potensi ikan layur yang melimpah.
“Penilaian masyarakat tentu beragam. Namun sebagian besar menilai positif, karena memang ikan layur adalah identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya,” katanya.
Lebih jauh, Yadi berharap keberadaan tugu tersebut dapat menumbuhkan semangat baru dalam menata wilayah. Ia ingin ikon itu tidak hanya menjadi penanda visual, tetapi juga sumber inspirasi bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa dan kelurahan.
“Kantor adalah rumah kedua. Harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Dari situlah semangat membangun wilayah bisa tumbuh,” pungkasnya.***Dadan







Ada 1 Komentar untuk Berita Ini