Habbina
Setia Menjaga Rasa Tradisi, Mak Iyoh Bertahan Menjual Jajanan Sunda di Usia Senja
1 Komentar 100 pembaca

Setia Menjaga Rasa Tradisi, Mak Iyoh Bertahan Menjual Jajanan Sunda di Usia Senja

Kuliner

KARAWANG - Di usia yang telah menginjak 60 tahun, Mak Iyoh masih setia menjaga cita rasa jajanan tradisional khas Sunda seperti jojongkong dan jalabria. Bagi perempuan warga Cibungur Indah, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang itu, berjualan kue tradisional bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga cara mempertahankan warisan kuliner yang telah dikenalnya sejak kecil.

Mak Iyoh mengaku sudah akrab dengan berbagai kue tradisional sejak masa kanak-kanak. Ia belajar langsung dari sang ibu yang kerap membuat aneka jajanan di dapur rumah.

“Dari kecil sudah lihat emak bikin kue, jadi lama-lama juga bisa. Sekarang sudah jadi kebiasaan,” ujar Mak Iyoh saat ditemui di rumahnya, (8/3).

Kebiasaan itu terus ia jalani hingga kini sebagai mata pencaharian untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, Mak Iyoh telah berjualan sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum masa sekarang, sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.

Dalam membuat jojongkong, Mak Iyoh menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, tepung kanji, gula merah, daun pandan, serta pisang nangka. Proses pembuatannya dimulai dengan merebus air hingga mendidih di dalam kawali atau wajan tanah.

Air panas tersebut kemudian dicampurkan dengan tepung beras yang telah disiapkan di dalam baskom. Adonan diaduk hingga kalis, lalu ditambahkan tepung kanji agar teksturnya menjadi lebih kenyal sebelum akhirnya dikukus.

Jojongkong kemudian disajikan bersama kuah gula merah yang dimasak terpisah, menghasilkan cita rasa manis khas jajanan pasar tradisional.

Dalam sekali produksi, Mak Iyoh biasanya menggunakan tiga bungkus tepung beras yang mampu menghasilkan sekitar satu nyiru penuh kue.

Selain jojongkong, ia juga membuat jalabria dan gemblong—dua jajanan pasar yang juga cukup diminati masyarakat. Jalabria sendiri dibuat dari adonan tepung yang dicampur gula merah, lalu digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.

Menurut Mak Iyoh, permintaan jajanan tradisional justru meningkat saat bulan Ramadan. Banyak warga yang membeli untuk menu takjil berbuka puasa.

“Satu kali bikin bisa sampai sekitar 100 bungkus, dari kolek pisang sama jojongkong,” katanya.

Mak Iyoh menjual kue-kue tersebut dengan harga sekitar Rp5.000 per bungkus. Namun jika dibeli dalam jumlah banyak, harganya bisa menjadi Rp4.000 per bungkus.

Dulu, setiap hari ia mulai berjualan sejak pukul 06.00 pagi dengan berjalan kaki berkeliling kampung sambil membawa dagangannya yang digendong.

“Emak dulu keliling, dagangannya di kekelek. Jam tujuh atau delapan biasanya sudah habis,” tuturnya.

Namun seiring bertambahnya usia, Mak Iyoh kini memilih membuka lapak sederhana di rumah agar tidak perlu lagi berkeliling.

Selain menjual kue tradisional, ia juga menawarkan beberapa menu lain seperti nasi uduk, lotek hingga soto dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi.

Perjalanan Mak Iyoh mencari nafkah tidak selalu mudah. Di masa lalu, ia juga pernah bekerja sebagai buruh tanam padi dengan upah sekitar Rp15.000 hingga siang hari. Kini, ia memilih fokus berjualan karena kondisi fisik yang tak lagi sekuat dulu.

Meski harga bahan baku terus meningkat yang kini bisa mencapai lebih dari Rp100.000 untuk sekali produksi Mak Iyoh bersyukur dagangannya hampir selalu habis terjual.

“Alhamdulillah ada aja yang beli mah, emak gak pernah dagangan sampai gak kejual,” ujarnya.

Bagi Mak Iyoh, ketekunan menjaga cita rasa jajanan tradisional bukan hanya soal usaha bertahan hidup. Lebih dari itu, ia ingin agar kuliner khas Sunda seperti jojongkong dan jalabria tetap dikenal dan dinikmati masyarakat, terutama saat Ramadan tiba.***Red Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini