Menjemput Asa ke Negeri Orang, 50 Calon PMI Sukabumi Dilepas dengan Harapan Baru
Pemerintahan    Kamis 16 April 2026    13:36:37 WIBKOTA SUKABUMI - Sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kota Sukabumi resmi dilepas untuk bekerja ke luar negeri, Kamis (16/4/2026). Pelepasan yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dengan penuh harap dan doa bagi masa depan para pekerja.
Para CPMI tersebut akan diberangkatkan ke Kuwait dan Turki setelah sebelumnya menjalani serangkaian pelatihan dan pembekalan. Mereka merupakan peserta didik dari LPK Dwi Tunggal Jaya Abadi yang telah mendapatkan pembinaan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya menjaga integritas selama bekerja di luar negeri. Ia berpesan agar para CPMI mengedepankan kejujuran, konsistensi, serta komitmen dalam menjalankan tugas. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas di antara sesama pekerja migran.
“Jaga kekompakan, saling membantu, dan tetap membawa nama baik daerah serta bangsa,” ujarnya.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa proses pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap mulai 20 Mei 2026. Para CPMI ini berasal dari tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Warudoyong dan Cibeureum.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari inisiatif “Bestari” (Be Star International) yang digagas pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang kerja global bagi masyarakat.
“Kita berharap mereka kembali dengan pengalaman baru, menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungannya,” kata Punjul.
Sementara itu, perwakilan LPK Dwi Tunggal Jaya Abadi, Asep Sugiharto, mengungkapkan bahwa para CPMI juga didukung melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Migran dari Bank BJB untuk membantu pembiayaan keberangkatan.
Ia menjelaskan, jenis pekerjaan di Kuwait meliputi sektor restoran dan perhotelan seperti housekeeping, waitress, hingga spa therapist, dengan jaminan lingkungan kerja yang aman. Sedangkan untuk Turki, peluang kerja difokuskan pada sektor perhotelan.
“Seluruh peserta telah dibekali pelatihan, termasuk pemahaman budaya negara tujuan, agar mereka lebih siap beradaptasi,” jelasnya.
Asep menambahkan, peluang kerja ke luar negeri saat ini terbuka luas, terutama dari negara-negara Eropa. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat Kota Sukabumi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara bijak dan terencana.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal perjalanan panjang para CPMI dalam meraih mimpi. Di balik keberangkatan mereka, tersimpan harapan keluarga, doa daerah, dan cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik.***Red Dadan Sundana




























