Dari Rumah untuk Bumi: Gerakan “Hom Pim Pah” Tumbuhkan Kesadaran Warga Subang Jaya
Daerah    Kamis 23 April 2026    15:15:54 WIBSUKABUMI - Upaya membangun kesadaran lingkungan kini digerakkan dari lingkup terkecil: rumah tangga. Melalui inovasi bertajuk Hom Pim Pah (Hobi Pilah Sampah di Rumah), Kelurahan Subang Jaya menjadikan partisipasi warga sebagai kunci utama pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Lurah Subang Jaya, Jumyati, menuturkan bahwa program ini dirancang berbasis kewilayahan dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah yang telah dipisahkan kemudian dikumpulkan untuk diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Melalui Gerakan Hom Pim Pah ini, kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh, dimulai dari hal sederhana yaitu memilah sampah dari rumah,” ujar Jumyati saat ditemui di kantornya, Kamis (23/4/2026).
Tak hanya mengandalkan program tersebut, Kelurahan Subang Jaya juga memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pengembangan bank sampah yang dikelola masyarakat. Bagi wilayah yang belum memiliki fasilitas tersebut, pihak kelurahan mendorong sinergi dengan wilayah lain yang sudah lebih dulu menjalankannya.
“Wilayah yang belum punya bank sampah, kita hubungkan dengan yang sudah ada. Ini bagian dari kolaborasi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Edukasi kepada masyarakat menjadi aspek penting dalam gerakan ini. Selama dua tahun terakhir, semangat gotong royong terus digelorakan melalui kegiatan rutin kerja bakti setiap hari Jumat, sekaligus menjadi sarana sosialisasi pengelolaan sampah yang baik dan benar.
“Selain kerja bakti, kami juga terus mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat semakin meningkat,” lanjut Jumyati.
Ke depan, Kelurahan Subang Jaya berencana menambah fasilitas pendukung berupa komposter guna mengoptimalkan pengolahan sampah organik di tingkat warga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga berkelanjutan.
Gerakan sederhana yang dimulai dari rumah ini perlahan menunjukkan dampak nyata bahwa perubahan besar bisa tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama.***Red-Dadan Sundana

























