Habbina
Sean Gelael Hadapi Penalti pada Balapan GTWCA di Mandalika,
0 Komentar 118 pembaca

Sean Gelael Hadapi Penalti pada Balapan GTWCA di Mandalika,

Nasional

Umumnya tim yang berkompetisi di GT World Challenge Asia (GTWCA) itu terdiri dari dua orang. Di kelas mana pun itu regulasi lomba secara normal mengatur komposisi pebalap yang terdiri dari dua orang.

Lalu, kenapa Sean Gelael boleh balapan sendirian di Mandalika?

Sean boleh balapan sendirian (solo driver) di Mandalika di kelas Silver dengan konsekuensi ada beberapa penalti yang mesti diterimanya. Penalti itu untuk memberikan rasa adil kepada tim-tim yang terdiri dari 2 pebalap.

Penalti pertama di pit stop Race 1. Mengacu pada insiden serupa pada GTWCA 2026 putaran pertama di Sepang, Malaysia, setelah berhenti di pit Sean mesti keluar dari mobil, menutup pintu, dan lalu masuk lagi. Ini dianggap setara proses penggantian pebalap seperti yang dialami oleh tim-tim yang punya 2 pebalap.

Dan itu pun belum termasuk tambahan waktu khusus untuk para pebalap di kelas Silver yang jumlahnya berbeda dari sirkuit ke sirkuit. Tahun lalu di Mandalika penalti khusus tersebut adalah tambahan 7 detik dari waktu minimal untuk melakukan pit stop (100 detik). Jadi totalnya 107 detik.

Penalti kedua di pit stop Race 2. Ada tambahan waktu tertentu untuk penempat podium Race 1. Finisher P1, P2, dan P3 mendapat tambahan waktu berbeda.

Tahun lalu di Mandalika P1 ketambahan 15 detik, P2 10 detik, dan P3 5 detik. Jadi, ambil contoh bila Sean menang di Race 1 dan bilangan penalti tidak berubah, waktu minimal pit stopnya adalah 107 + 15 = 122 detik.

Regulasi "Minimum Mandatory Pit Stop Times" alias waktu minimal yang mesti dilakukan pebalap selama melakukan pit stop ini dihitung dari pit entry hingga pit exit. Hingga tulisan ini dibuat SRO selaku promotor GTWCA belum menentukan detail besaran penalti untuk diberlakukan di Mandalika, termasuk untuk Sean sebagai solo driver.

Buletin terkait ini diperkirakan akan keluar pada pekan balapan Mandalika pekan depan. "Yang penting dukung terus saya, karena ini momen bersejarah untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," kata Sean.

Itulah beberapa penalti umum yang mesti diterima Sean sebagai pebalap yang tampil sendirian di kelas Silver. Regulasi ini justru menjadi penambah tantangan hebat bagi Sean untuk bertarung habis-habisan Mandalika, karena inilah kali pertama dia tampil kompetitif di depan publik sendiri.(*)

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top