Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama eliminasi TBC melalui kampanye Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) dan penyerahan Penghargaan Capaian Program dan Lomba Inovasi Tuberkulosis untuk Puskesmas se-Kabupaten Sumedang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin menyampaikan, HKN ke-61 tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.  "Tema ini menjadi pengingat bahwa peningkatan derajat kesehatan merupakan pondasi penting dalam mempersiapkan masa depan masyarakat,” katanya 

Dikdik menjelaskan bahwa puncak HKN bukan hanya seremoni, tetapi bentuk apresiasi bagi insan kesehatan yang telah bekerja keras melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai visi Sumedang Simpati Semakin Maju. Ia mengatakan, sejumlah kegiatan pra-HKN telah dilaksanakan, di antaranya: Operasi katarak pada 3-5 November dengan sasaran 100 orang dan 80 di antaranya lolos screening, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Perdami, dan BAZNas.

Selanjutnya Penilaian Posyandu dan kader Posyandu. Penilaian tenaga kesehatan teladan.Perlombaan olahraga antar tenaga kesehatan serta kampanye TOSS TBC yang menekankan deteksi dini, pengobatan tuntas, dan komitmen eliminasi TBC di Sumedang. "Momentum HKN ke-61 ini penting untuk memperbarui komitmen, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan kepedulian semua pihak," kata Dikdik.

Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir menekankan, HKN bukan sekadar perayaan, tetapi momen refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen seluruh insan kesehatan. “Kualitas kesehatan kita hari ini menentukan masa depan kita, menentukan masa depan bangsa. Hari ini bukan hanya perayaan, tetapi wahana untuk menetapkan perspektif ke depan: apa yang harus kita lakukan sebagai insan kesehatan,” ujar Bupati Dony.

Bupati Dony juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah mengabdi, bahkan mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu untuk menjaga kesehatan warga Sumedang. Ia mengingatkan bahwa setiap kesembuhan pasien adalah doa yang terus mengalir bagi tenaga kesehatan. “Kalau kita menolong orang lain, Allah akan menolong kita. Setiap pasien yang sembuh akan mendoakan siapa pun yang terlibat dalam penyembuhannya, dan doa orang sakit sangat mudah dikabulkan,” tambahnya.

Selain itu, bupati juga menyoroti transformasi kesehatan nasional yang menekankan perubahan paradigma dari sekadar mengobati orang sakit menjadi menjaga orang sehat tetap sehat. Peran puskesmas sebagai garda terdepan layanan primer harus lebih fokus pada upaya promotif dan preventif. “Puskesmas adalah pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat. Promosi kesehatan harus menjadi mindset seluruh pegawai kesehatan,” katanya.***Cece Ruhiyat