Setitik Harapan di Bungursari, Langkah Kecil Dafa Menuju Mimpi yang Tertunda
Peristiwa    Selasa 03 Maret 2026    22:06:50 WIBCIKAMPEK BARAT – Harapan itu akhirnya datang juga. Setelah hampir empat tahun terbaring dalam keterbatasan, Muhammad Dafa Nur Firdaus (13), bocah asal Kampung Sukatani RT 01/11, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, perlahan mulai kembali menggerakkan kakinya.
Selasa siang (3/3/2026), sekitar pukul 14.00 WIB, Dafa dibawa sang ayah ke wilayah Bungursari, Purwakarta, untuk menjalani pengobatan alternatif. Upaya itu bukan tanpa alasan. Sejak 2022, Dafa harus berjuang melawan kelumpuhan yang membuat kedua kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya apalagi mimpi-mimpinya.
Hampir empat tahun lamanya, dunia Dafa hanya sebatas dinding rumah. Di usianya yang seharusnya dipenuhi tawa, sekolah, dan bermain bersama teman sebaya, ia justru lebih akrab dengan rasa nyeri dan keterbatasan gerak. Hari-harinya dihabiskan di rumah sederhana yang ia tinggali berdua bersama sang ayah, Idoy.
Idoy bukanlah pria dengan penghasilan tetap. Tak ada gaji bulanan yang bisa diandalkan. Namun di balik segala kekurangan itu, ada keteguhan hati seorang ayah yang tak pernah lelah mendampingi anaknya. Ia menjadi perawat, sahabat, sekaligus penyemangat bagi Dafa.
Upaya pengobatan ke berbagai tempat telah dilakukan. Dari layanan medis hingga alternatif, semuanya ditempuh dengan harapan akan ada perubahan, sekecil apa pun itu. Hingga akhirnya, langkah mereka membawa Dafa ke Bungursari.
“Setelah dilakukan pengobatan alternatif di Bungursari, sedikit demi sedikit kaki Dafa sudah bisa digerakkan,” ujar Edi Jumala, warga setempat yang akrab disapa Acon, saat ditemui jurnalis media online Infonusa-news.com, Selasa (3/3).
Pergerakan kecil itu mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi Dafa dan ayahnya, itu adalah tanda kehidupan, tanda bahwa harapan belum benar-benar padam. Gerakan kecil pada kaki yang lama tak berfungsi menjadi secercah cahaya di tengah perjalanan panjang yang melelahkan.
Edi Jumala juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Anggota DPRD Karawang Fraksi PDI Perjuangan, Fernando Doklas, S.Kom., yang telah memberikan dukungan sebagai donatur sehingga proses pengobatan Dafa dapat terlaksana.
Bantuan tersebut menjadi energi tambahan bagi keluarga kecil ini untuk terus berjuang. Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi penopang penting bagi keberlanjutan pengobatan Dafa.
Kini, harapan itu kembali tumbuh. Meski jalan menuju kesembuhan masih panjang dan penuh tantangan, langkah kecil yang mulai terlihat menjadi pertanda bahwa perjuangan belum sia-sia.
Di sudut rumah sederhana di Cikampek Barat, seorang ayah masih setia mendampingi, dan seorang anak masih menyimpan mimpi. Mimpi untuk berdiri, berjalan, dan suatu hari nanti berlari mengejar masa depan yang sempat terasa menjauh.***Man
























