LISDA, Ikhtiar Kota Sukabumi Hadirkan Kebijakan Berbasis Data dan Akal Sehat Publik
POLRI    Jumat 27 Februari 2026    14:20:28 WIBKOTA SUKABUMI - Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi berupaya memperkuat fondasi pengambilan kebijakan berbasis data. Upaya itu diwujudkan melalui inovasi Literasi Statistik Daerah (LISDA), sebuah gerakan yang mendorong aparatur, akademisi, hingga masyarakat untuk lebih melek data.
Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo, Cepi Suryadi Marwan, menegaskan bahwa kebijakan publik yang tepat sasaran harus disusun berdasarkan data yang akurat dan terkelola dengan baik.
“Kebijakan atau perencanaan yang disusun itu diharapkan berdasarkan data yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2/2026).
Menurut Cepi, lahirnya LISDA dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan. Di antaranya masih minimnya analisis mendalam terhadap data di internal pemerintah daerah, belum optimalnya pemanfaatan kumpulan data (dataset) yang telah tersedia di portal opendata.sukabumikota.go.id, serta maraknya penyebaran hoaks yang memelintir data statistik sehingga memicu disinformasi di ruang publik.
Melalui LISDA, Diskominfo menyasar tiga pilar utama.
Pertama, aparatur pemerintah. Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola data dilakukan melalui workshop visualisasi dan storytelling data. Harapannya, data tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diolah dan disajikan secara informatif untuk mendukung proses perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Kedua, kalangan akademisi. LISDA membuka ruang kolaborasi melalui kompetisi pengolahan dataset serta jalur magang khusus analisis data sektoral bagi mahasiswa. Inisiatif ini diharapkan melahirkan riset-riset berbasis data Kota Sukabumi yang dapat menjadi rujukan dalam perbaikan kebijakan dan pelayanan publik.
“Sehingga diharapkan rekan-rekan mahasiswa bisa menghasilkan penelitian menggunakan dataset Kota Sukabumi yang bermanfaat untuk pembangunan dan pelayanan publik,” tambahnya.
Ketiga, masyarakat umum. Literasi statistik akan diperluas lewat kehadiran pojok literasi digital di ruang-ruang publik. Diskominfo juga menggandeng Badan Pusat Statistik untuk memperbanyak program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik).
Saat ini, baru dua kelurahan yang menyandang predikat tersebut, yakni Kelurahan Cikundul dan Kelurahan Citamiang. Ke depan, program ini diharapkan menjadi motor penggerak budaya sadar data hingga tingkat wilayah terkecil.
Di era ketika angka kerap dijadikan alat pembenaran, LISDA menjadi pengingat bahwa data bukan sekadar deretan statistik, melainkan fondasi akal sehat publik. Dari Sukabumi, penguatan literasi statistik menjadi langkah sunyi namun strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, terukur, dan berdampak nyata bagi warga.***Dadan Sundana







Ada 1 Komentar untuk Berita Ini