Menjemput Keadilan Sosial dari Karawang: Bansos Harus Tepat untuk yang Berhak
Pemerintahan    Jumat 27 Februari 2026    14:04:37 WIBKarawang - Komitmen menghadirkan bantuan sosial yang adil dan tepat sasaran kembali ditegaskan di Kabupaten Karawang. Dua menteri Kabinet Indonesia Maju, yakni Syaifullah Yusuf dan Yandri Susanto, turun langsung memastikan implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berjalan optimal di daerah.
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengawal arahan Presiden Prabowo agar kebijakan berbasis data benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Agenda sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VIII, Wardatul Asriah, serta Anggota DPR RI Komisi XIII, Rieke Diah Pitaloka. Hadir pula Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Karawang, mulai dari Ketua DPRD, Kajari, Dandim, perwakilan Polres Karawang, para kepala OPD, camat, kepala desa, pendamping desa, pendamping PKH hingga operator SIKS-NG.
Dalam forum tersebut, penegasan mengemuka: data adalah fondasi. Tanpa data yang valid dan terintegrasi, program pengentasan kemiskinan berisiko tidak tepat sasaran. DTSEN diharapkan menjadi instrumen pembaruan sistem pendataan sosial yang selama ini kerap menghadapi tantangan akurasi dan sinkronisasi.
Menteri Sosial menekankan bahwa pembaruan dan integrasi data bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan langkah moral untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi. Sementara Menteri Desa dan PDT menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah desa sebagai garda terdepan dalam memverifikasi kondisi riil warga.
Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci. Aparatur desa, pendamping sosial, hingga operator sistem data diharapkan aktif melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi agar tidak ada warga rentan yang terlewat, sekaligus mencegah potensi penerima ganda.
Dengan data yang kuat, program bantuan sosial bukan sekadar distribusi anggaran, melainkan instrumen keadilan sosial. Harapannya, masyarakat yang benar-benar berhak dapat merasakan manfaat secara utuh bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit dan mandiri.
“Bismillah,” menjadi semangat bersama: memastikan bansos hadir dengan adil, tepat, dan membawa harapan baru bagi warga Karawang.Red Emn




























