Indramayu Kukuhkan Diri sebagai Lumbung Perikanan Jawa Barat, Sumbang 33,99 Persen Produksi Provinsi
Ekonomi    Sabtu 28 Februari 2026    18:29:40 WIBIndramayu-Kabupaten Indramayu kembali menegaskan posisinya sebagai jantung produksi perikanan di Jawa Barat. Pada 2025, daerah pesisir utara ini mencatatkan total produksi perikanan sebesar 528.873,80 ton tertinggi di provinsi tersebut.
Penghargaan atas capaian itu diserahkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, dalam Forum DKP Provinsi Jawa Barat 2026 yang digelar di Kantor DKP Provinsi Jawa Barat, (28/2/2026).
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan program sektor kelautan dan perikanan lintas level pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Mengusung tema “Penguatan Produktivitas, Nilai Tambah, dan Keberlanjutan Sektor Kelautan dan Perikanan sebagai Pilar Pembangunan Jawa Barat Istimewa”, kegiatan itu menegaskan komitmen bersama dalam mendorong daya saing sektor perikanan secara berkelanjutan.
Berdasarkan data DKP, total produksi perikanan Jawa Barat pada 2025 mencapai 1.555.951,71 ton. Dari jumlah tersebut, kontribusi Kabupaten Indramayu sebesar 528.873,80 ton atau setara 33,99 persen.
Angka itu terdiri atas produksi perikanan tangkap sebesar 180.620,58 ton dan perikanan budidaya sebesar 348.253,22 ton. Secara persentase, Indramayu menyumbang 63,01 persen dari total produksi perikanan tangkap dan 26,43 persen dari total produksi perikanan budidaya Jawa Barat.
Capaian tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.
“Terima kasih atas ikhtiar maksimal dari para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta stakeholder terkait. Begitu juga atas sinergitas dan kolaborasi pembangunan yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujar Edi Umaedi.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan. Produksi perikanan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat Indonesia.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global, capaian Indramayu menjadi bukti bahwa sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi pesisir sekaligus harapan bagi kemandirian pangan nasional.***M. Fikri Rianto
























