Dari Plered untuk Indonesia: Harapan Perajin Genteng Menguat Lewat Program Nasional
Pemerintahan    Rabu 15 April 2026    13:16:59 WIBPURWAKARTA - Di tengah deru roda ekonomi yang terus berputar, harapan baru tumbuh dari sentra genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta. Program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai pada April 2026, membawa angin segar bagi ribuan perajin lokal di berbagai daerah.
Program ini tidak sekadar mengganti atap rumah, tetapi juga menjadi upaya nyata meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menggerakkan industri dalam negeri.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, turun langsung meninjau kesiapan program tersebut saat mengunjungi sentra produksi genteng di Plered, tepatnya di PG Padi Super, Desa Pamoyanan, Selasa (14/4). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
Sebanyak 72 perajin genteng lokal berkumpul, menerima pengarahan sekaligus sosialisasi terkait pelaksanaan program yang diharapkan mampu membuka akses pasar lebih luas bagi produk mereka.
Langkah awal program ini ditandai dengan pengiriman sekitar 44.000 genteng dari Plered. Jumlah tersebut menjadi simbol kontribusi nyata perajin lokal dalam mendukung program strategis nasional yang mengedepankan penggunaan produk dalam negeri.
Dedi Mulyadi menegaskan, selama ini genteng dari Jatiwangi sudah lebih dahulu dikenal dalam program serupa. Namun, menurutnya, kualitas genteng dari Plered tidak kalah bersaing.
“Daerah lain di Jawa Barat, termasuk Plered, juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah baik dan layak untuk menembus pasar nasional,” ujarnya.
Keterlibatan Plered sendiri merupakan hasil usulan yang telah dibahas bersama Menteri PKP dalam pertemuan di Jakarta pada Maret 2026. Kini, usulan itu mulai terealisasi dan membuka peluang baru bagi perajin lokal.
Distribusi genteng dalam skala besar yang melibatkan ratusan truk diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat. Bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung industri genteng tradisional.
“Keterlibatan aktif perajin genteng lokal sangat membantu kelancaran program, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mengutamakan produk dalam negeri,” tegas Maruarar.
Lebih dari sekadar program pembangunan fisik, gentengisasi nasional menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi. Dari Plered, cerita tentang kerja keras, harapan, dan kemandirian industri lokal kini mulai menapaki panggung nasional—membawa manfaat yang diharapkan dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.***Red M. Ags




























