Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Terintegrasi, Diskominfo Kota Sukabumi Perkuat Transformasi Digital
Pemerintahan    Kamis 16 April 2026    05:28:30 WIBKOTA SUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi terus mempercepat langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital. Melalui Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang digelar pada 15 April 2026 di ruang pertemuan Kantor Diskominfo.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya dalam memperkuat infrastruktur digital pemerintahan. Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kota Sukabumi, Dudi Wahyudin, menjelaskan bahwa integrasi layanan digital menjadi fokus utama dalam pengembangan SPBE. Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan sistem layanan elektronik yang lebih efektif dan efisien melalui keterhubungan antarlayanan.
“Dalam SPBE, salah satu fokus kita adalah pengembangan infrastruktur, baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Ke depan, layanan elektronik harus mampu terintegrasi agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan SPBE tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Tahapan yang dilakukan meliputi penguatan kompetensi internal Diskominfo, sosialisasi, hingga implementasi SPLP di seluruh perangkat daerah.
Lebih lanjut, implementasi SPBE di Kota Sukabumi telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah menargetkan pada tahun 2029 indeks SPBE mencapai kategori sangat baik dengan skor 3,97.
Meski diakui bukan hal yang mudah, Dudi optimistis target tersebut dapat dicapai secara bertahap. Selain membutuhkan peningkatan kapasitas SDM, upaya ini juga memerlukan dukungan anggaran yang memadai.
“Target kita mengikuti RPJMD. Tahapannya memang cukup berat, namun yang terpenting setiap tahun harus ada peningkatan signifikan, terutama dalam kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Sukabumi berharap transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan terintegrasi di era digital.***Red Dadan Sundana




























