Harapan 12 Ribu Peserta Mengalir di UNSIKA, UTBK 2026 Jadi Pintu Masa Depan
Pendidikan    Selasa 21 April 2026    21:29:25 WIBKARAWANG – Ribuan harapan berkumpul di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Sebanyak 12.508 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 menapaki salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka, mencari jalan menuju masa depan yang diimpikan.
Tahun ini, pelaksanaan UTBK di UNSIKA hadir dengan format berbeda. Ujian digelar dalam satu gelombang selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026, terbagi dalam 20 sesi. Tak hanya terpusat di kampus utama, pelaksanaan juga menjangkau dua kampus mitra, yakni Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dan Politeknik Negeri Subang (Polsub), yang berlangsung serentak.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah perjuangan para peserta yang datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Karawang dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga luar pulau seperti Sumatera. Mereka datang dengan satu tujuan: membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., menyebut meningkatnya jumlah peserta tahun ini—naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya—menjadi sinyal positif tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap UNSIKA.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah kepercayaan yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
UNSIKA sendiri menyiapkan 1.763 kursi melalui jalur SNBT, dari total daya tampung sekitar 4.000 mahasiswa baru melalui berbagai jalur seleksi. Artinya, persaingan ketat tak terhindarkan, dan setiap peserta dituntut untuk tampil maksimal.
Di sisi lain, panitia memastikan seluruh proses berjalan dengan standar tinggi. Koordinator Pelaksana SNBT UNSIKA 2026, E. Haodudin Nurkifli, menjelaskan bahwa kesiapan teknis dan sumber daya manusia telah dimatangkan, termasuk pelatihan bagi pengawas dan teknisi di setiap ruang ujian.
Pengawasan pun dilakukan secara ketat. Peserta hanya diperbolehkan membawa dokumen penting seperti kartu ujian dan identitas diri. Barang pribadi lainnya, termasuk ponsel dan jam tangan, wajib dititipkan. Bahkan, pemeriksaan dilakukan berlapis untuk mencegah segala bentuk kecurangan.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNSIKA, Yayat Hendayana, menambahkan adanya inovasi teknis tahun ini melalui penggunaan perangkat USB untuk menjalankan aplikasi ujian. Langkah ini diambil sebagai upaya meminimalkan potensi kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan UTBK.
Berbagai simulasi pun telah dilakukan sejak awal April guna memastikan kesiapan sistem, jaringan, hingga perangkat di seluruh lokasi ujian.
Di tengah segala persiapan dan pengawasan ketat, satu hal yang tetap menjadi pusat perhatian adalah para peserta itu sendiri—anak-anak muda yang membawa mimpi, harapan orang tua, dan tekad untuk mengubah masa depan.
UTBK bukan sekadar ujian. Bagi mereka, ini adalah gerbang awal menuju kehidupan yang lebih luas. Dan di UNSIKA, ribuan langkah itu kini sedang dimulai.***Red Emn
























