Awal Kepemimpinan, Kades Jatisari Prioritaskan Jalan Tani dan Soliditas Aparatur
POLRI    Rabu 22 April 2026    15:27:35 WIBKARAWANG - Mengawali masa kepemimpinannya, Kepala Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, H. Casmita, langsung mengarahkan fokus pada percepatan pembangunan desa yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Melalui rapat minggon pekan keempat yang digelar di Kantor Desa Jatisari, Rabu (22/4/2026), ia menegaskan komitmen pada penguatan ketahanan pangan dan pembenahan birokrasi desa.
Rapat rutin tersebut dihadiri unsur Babinsa TNI AD, Bhabinkamtibmas Polri, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta seluruh perangkat desa, baik yang lama maupun yang baru dilantik. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan upaya membangun sinergi sejak awal kepemimpinan.
Berangkat dari potensi agraris yang dimiliki Desa Jatisari, perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi salah satu prioritas utama. Menurut Casmita, infrastruktur pertanian yang memadai akan berdampak langsung pada efisiensi distribusi hasil panen dan peningkatan pendapatan petani.
“Infrastruktur pertanian adalah kunci. Akses jalan yang baik akan menekan biaya angkut, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan nilai jual hasil bumi,” ujarnya.
Selain infrastruktur, rapat minggon juga menjadi momentum penting dalam masa transisi birokrasi desa. Sejumlah aparatur baru di tingkat RT, wakil, hingga kepala dusun (kadus) diharapkan mampu beradaptasi cepat agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Casmita menekankan pentingnya proses transfer pengetahuan antara aparatur lama dan baru. Ia mendorong aparatur baru untuk aktif belajar, sekaligus meminta aparatur senior memberikan pendampingan.
“Jangan ragu untuk bertanya dan belajar. Pengalaman yang sudah ada harus menjadi pijakan untuk memperbaiki tata kelola ke depan,” tegasnya.
Lebih dari sekadar agenda rutin, rapat minggon dinilai sebagai instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pemerintahan desa. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, forum ini menjadi ruang koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan.
Melalui forum tersebut, sejumlah aspek strategis dapat dijalankan, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui sinergi dengan TNI/Polri, menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan warga melalui pengawasan BPD, hingga meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pembinaan teknis.
Di akhir arahannya, Casmita mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan. Ia menilai soliditas aparatur menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
“Kalau kita solid, pekerjaan akan lebih ringan. Tujuan kita sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.***Red
























