Akhir Pelarian di Irigasi Karawang, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa
Peristiwa    Senin 27 April 2026    13:36:23 WIBKARAWANG - Upaya pencarian selama dua hari terhadap seorang pria yang diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor berakhir tragis. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran irigasi KW6, wilayah Kepuh, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (26/4/2026).
Sebelumnya, pria tersebut dilaporkan menceburkan diri ke aliran irigasi di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, saat diduga berusaha melarikan diri. Sejak saat itu, tim gabungan melakukan pencarian menyusuri aliran air hingga ke titik penemuan.
Korban ditemukan sekitar pukul 14.35 WIB dalam posisi terlentang dan tersangkut di aliran irigasi. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit, mengingat posisi tubuh berada di dalam arus air. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengangkat jasad korban, hingga akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 15.35 WIB.
Kanit Basarnas Karawang, Sigit Haryanto, menjelaskan bahwa korban ditemukan saat tim melanjutkan penyisiran di aliran irigasi KW6.
“Korban ditemukan dalam posisi terlentang di air dan cukup sulit dievakuasi. Kami membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mengangkat tubuh korban dari aliran irigasi,” ujarnya.
Menurut Sigit, kondisi korban saat ditemukan sudah membengkak, sehingga menyulitkan proses identifikasi di lokasi. Secara kasat mata, korban berjenis kelamin laki-laki, mengenakan celana cokelat tanpa baju. Namun identitasnya belum dapat dipastikan.
Pihak SAR menduga kuat jasad tersebut merupakan pria yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Irigasi KW2, Perumahan CKM, Desa Bengle, dua hari lalu. Meski demikian, kepastian identitas masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Karawang.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karawang untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan identitas serta penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan identitas korban dan penyebab kematiannya,” kata Sigit menutup.***Red-Emn




























