Perpisahan Penuh Haru di SMPN 1 Rengasdengklok, Kepala Sekolah Titip Pesan Tentang Mimpi, Akhlak, dan Masa Depan
Pendidikan    Rabu 10 Juni 2026    08:18:52 WIB
“Hari ini bukan hanya tentang perpisahan. Ini adalah penanda bahwa satu bab penting dalam hidup anak-anak telah selesai dengan perjuangan yang luar biasa,” ungkapnya.Dengan nada penuh haru, ia mengenang bagaimana para siswa datang ke sekolah sebagai anak-anak yang masih malu dan mencari jati diri, lalu tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi masa depan.Menurutnya, perjalanan selama enam semester di SMPN 1 Rengasdengklok dipenuhi berbagai proses panjang yang tidak mudah. Para siswa harus melewati pembelajaran, ujian praktik, Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menguji literasi dan numerasi.
“Ada rasa lelah, ada rasa cemas, bahkan takut gagal. Tapi mereka mampu melewatinya. Hari ini mereka layak bangga terhadap diri mereka sendiri,” katanya disambut tepuk tangan para hadirin.Namun lebih dari sekadar nilai rapor dan hasil ujian, Asma menegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membentuk manusia yang baik. Sekolah, kata dia, bukan hanya tempat mengejar angka, tetapi ruang untuk menanamkan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak minder apabila merasa belum menjadi yang terbaik secara akademik. Sebab, keberhasilan hidup menurutnya lebih ditentukan oleh ketekunan, semangat belajar, dan akhlak yang baik.
Dalam kesempatan itu, Asma turut menyampaikan refleksi emosional tentang berbagai kenangan yang telah tercipta di lingkungan sekolah. Mulai dari tawa bersama sahabat, rasa gugup saat presentasi, hingga momen dimarahi guru karena terlambat atau tidak mengerjakan tugas.“Koridor sekolah ini menyimpan banyak kenangan. Ruang kelas menyimpan mimpi-mimpi mereka. Dan lapangan sekolah menjadi saksi semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama tiga tahun,” ujarnya.Tak lupa, ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili para guru apabila selama proses mendidik terdapat sikap atau ucapan yang pernah terasa keras bagi siswa. Menurutnya, ketegasan guru lahir dari rasa sayang dan keinginan agar anak didiknya menjadi pribadi yang kuat menghadapi kehidupan.Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat, Asma mengingatkan para lulusan agar tidak pernah berhenti belajar.“Hari ini dunia berubah sangat cepat. Karena itu kalian harus terus berkembang. Orang yang berhenti belajar akan tertinggal oleh perubahan zaman,” tuturnya.Ia pun mengajak seluruh siswa untuk tetap berani bermimpi besar, baik yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, maupun sekolah berbasis keagamaan. Namun ia menekankan bahwa setinggi apa pun cita-cita yang diraih, akhlak dan adab harus tetap menjadi pegangan utama.“Kepintaran tanpa akhlak hanya melahirkan kesombongan. Tetapi ilmu yang disertai adab akan membawa keberkahan,” katanya.Suasana semakin emosional saat Kepala Sekolah menyampaikan pesan kepada para siswa agar tetap menghormati orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan anak-anak mereka.Ia menyebut keberhasilan para siswa hari ini tidak lepas dari doa panjang dan kerja keras orang tua yang sering kali tidak terlihat.“Bahagiakan orang tua kalian dengan usaha dan akhlak yang baik,” pesannya.Di penghujung sambutan, Asma menitipkan harapan agar para lulusan kelak tetap mengenang sekolah tempat mereka tumbuh dan belajar tentang mimpi, persahabatan, serta perjuangan hidup.“Ketika nanti berhasil meraih cita-cita, jangan pernah malu mengatakan bahwa kalian adalah alumni SMP Negeri 1 Rengasdengklok,” ucapnya.Acara pelepasan berlangsung hangat dan penuh haru. Sejumlah siswa tampak menitikkan air mata saat mendengarkan pesan-pesan terakhir dari kepala sekolah dan para guru. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan tiga tahun para siswa di bangku SMP sebelum melanjutkan langkah menuju masa depan yang lebih luas.***Red-Man




























