Duka di Rel Bekasi Timur, 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Peristiwa    Selasa 28 April 2026    13:51:51 WIBJAKARTA - Malam yang semula berjalan biasa di lintas Bekasi berubah menjadi duka mendalam. Tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
Informasi awal mengenai insiden ini beredar melalui media sosial X dari akun @sahabat_kereta, yang menyebutkan adanya tabrakan antarkereta di lokasi tersebut. Kereta jarak jauh relasi Gambir–Surabaya Pasarturi itu dilaporkan bertabrakan secara berhadapan (head to head) dengan rangkaian KRL.
Benturan keras tersebut menyebabkan jalur rel di Stasiun Bekasi Timur sempat lumpuh total. Sejumlah perjalanan kereta api pun terdampak, memicu keterlambatan hingga pembatalan perjalanan pada keesokan harinya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis ini. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (28/4/2026), tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
“Dengan penuh keprihatinan, kami menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Fokus kami saat ini adalah penanganan korban, evakuasi, serta pemulihan operasional secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh Kementerian Perhubungan, KAI, Basarnas, serta berbagai pihak terkait. Tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban dari lokasi kejadian dan memastikan mereka mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Selain penanganan korban, KAI juga melakukan penyesuaian perjalanan kereta api. Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 28 April 2026 terpaksa dibatalkan demi kelancaran proses evakuasi dan perbaikan jalur.
KAI turut menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi, seraya memastikan pembaruan informasi akan terus disampaikan secara berkala.
Di tengah upaya pemulihan, duka menyelimuti keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi dunia perkeretaapian Indonesia.***Red-Sam




























