Liwetan Seribu Warga di Cikeris Purwakarta, Dari Jalan Mulus Tumbuh Harapan dan Kebersamaan
Daerah    Minggu 03 Mei 2026    16:24:56 WIBPURWAKARTA - Kebersamaan warga terasa kental di sepanjang Jalan Cikeris–Pasanggrahan, Desa Cikeris, Kabupaten Purwakarta, Minggu (3/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah dalam kegiatan “Syukuran 1000 Liwet”, merayakan peresmian jalan baru yang diharapkan membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Peresmian Jalan Leucir Cikeris–Pasanggrahan ini dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein. Sejak pagi, warga telah berkumpul, membawa nasi liwet dan aneka lauk, lalu duduk bersama di sepanjang jalan yang kini tampak mulus dan rapi.
Momentum ini tak sekadar seremoni pembangunan infrastruktur. Di tengah hamparan nasi liwet, terselip pesan tentang pentingnya merawat hasil pembangunan. Om Zein mengingatkan, jalan yang baik hanya akan memberi manfaat jika dijaga bersama.
“Jalan ayeuna geus alus, tapi moal karasa manfaatna lamun teu dirawat. Mun geus alus, ku urang kudu dijaga supaya tetep alus,” ujarnya, menegaskan bahwa peran masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
Ia pun mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, mulai dari membersihkan rumput liar hingga menghidupkan kembali budaya kerja bakti. Baginya, jalan bukan sekadar sarana fisik, melainkan ruang hidup yang harus dirawat bersama.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga menggulirkan program penghijauan dengan membagikan bibit pohon buah kepada warga. Setiap rumah akan mendapatkan satu pohon, mulai dari durian, jambu biji, matoa hingga alpukat.
Gagasan ini bukan hanya untuk memperindah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ke depan, warga diharapkan dapat menikmati hasil panen langsung dari pekarangan mereka sendiri.
“Lamun geus panén, hayang naon tinggal metik,” ucapnya, membayangkan lingkungan yang hijau dan produktif.
Kegiatan ditutup dengan tradisi botram atau makan bersama, yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi. Di atas jalan yang baru diresmikan, warga duduk sejajar tanpa sekat, menikmati hidangan sederhana dengan penuh kehangatan.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Jalan leucir, cai ngalir, beuteung buncir, jeung huntu nyengir,” menjadi harapan yang digaungkan bahwa jalan yang baik akan membawa kelancaran, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi warga.***Red-Emn M. Ags


























