Jejak Nyai Gentis Sari di Balik Keindahan Curug Cigentis
Wisata    Selasa 07 April 2026    19:18:33 WIBKarawang – Di balik gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, Curug Cigentis menyimpan cerita yang lebih tua dari sekadar destinasi wisata alam. Di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, air terjun ini bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga ruang ingatan yang diwariskan lintas generasi.
Bagi warga setempat, nama Cigentis bukan sekadar penamaan geografis. Ia berakar dari sosok yang dipercaya sebagai penunggu kawasan, Nyai Gentis Sari. Kepercayaan ini telah hidup sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum kawasan tersebut ramai dikunjungi.
“Nama Cigentis itu merujuk ke Nyai Gentis Sari. Sudah ada dari tahun 70-an. Dulu belum seperti sekarang, masih hutan,” ujar Marhum (55), pengelola dari Perhutani Alam Wisata, Minggu (6/4/2026).
Sebelum dikenal luas seperti sekarang, kawasan ini lebih dulu disebut sebagai Curug Panyipuhan. Saat itu, lanskapnya masih berupa hutan alami yang nyaris tak tersentuh. Akses menuju lokasi pun terbatas, hanya dikenal oleh warga sekitar sebagai ruang sunyi di kaki perbukitan.
Perubahan mulai tampak pada 1997. Kawasan ini perlahan dibuka sebagai objek wisata. Jalur setapak diperjelas, tangga dibangun, dan akses menuju air terjun mulai ditata. Sejak itu, wajah Cigentis berubah—dari ruang yang tersembunyi menjadi destinasi yang mengundang langkah banyak orang.
Kini, pengelolaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Buana Mekar hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dengan dukungan pemerintah daerah. Kolaborasi ini turut mendorong meningkatnya kunjungan, terutama saat libur panjang seperti Lebaran.
Letaknya yang relatif dekat dari Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta menjadi nilai tambah. Namun, lebih dari itu, daya tarik Cigentis justru terletak pada cerita yang mengalir bersamanya—tentang hutan, tentang waktu, dan tentang kepercayaan yang tak sepenuhnya hilang.
Di tengah geliat pariwisata, kisah asal-usul tetap dijaga. Bagi masyarakat, sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan identitas yang memberi makna pada setiap langkah pengunjung yang datang.
Curug Cigentis hari ini adalah pertemuan antara alam dan ingatan tempat di mana air terus mengalir, dan cerita tetap hidup.***Red Emn
























