Jaga Kesehatan Jemaah, Dinkes Karawang Pastikan Vaksinasi Haji Terpenuhi
Kesehatan    Rabu 15 April 2026    16:57:01 WIBKARAWANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang memastikan seluruh calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 mendapatkan layanan vaksinasi sebagai langkah perlindungan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan, terdapat tiga jenis vaksin wajib yang harus diterima jemaah, yakni meningitis meningokokus, polio, dan Covid-19. Selain itu, vaksin influenza turut direkomendasikan guna meningkatkan daya tahan tubuh terhadap risiko infeksi saluran pernapasan selama menjalankan ibadah haji.
“Vaksin wajib diberikan secara gratis bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH). Sementara vaksin influenza bersifat anjuran sebagai perlindungan tambahan,” ujar Yayuk.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap di 11 puskesmas yang tersebar di wilayah Karawang, di antaranya Karawang, Kalangsari, Cilamaya, Wadas, Kutawaluya, Jatisari, Jayakerta, Tirtajaya, Majalaya, Klari, dan Purwasari. Program ini berlangsung sejak 28 Maret hingga 17 April 2026, dengan target menjangkau 1.875 calon jemaah.
Dalam pelaksanaannya, jemaah mengikuti alur pelayanan yang telah ditetapkan, dimulai dari pendaftaran sesuai jadwal, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan awal seperti pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah, serta verifikasi oleh petugas medis.
Jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan akan langsung menerima vaksin. Sementara bagi yang belum memenuhi kriteria, akan dijadwalkan ulang hingga kondisinya memungkinkan.
Usai vaksinasi, data jemaah akan dicatat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohtakes) milik Kementerian Kesehatan RI. Jemaah juga diwajibkan menjalani observasi selama 15 hingga 30 menit guna mengantisipasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Melalui program ini, Dinkes Karawang berharap seluruh jemaah dapat terlindungi dari potensi penyakit menular, baik selama berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia. Dengan kondisi fisik yang prima, jemaah diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan meraih predikat haji mabrur.***Red Emn/Yan




























