Menanam Harapan dari Sekolah: Purwakarta Rawat Generasi Lewat Pendidikan Berbasis Ekologi
Pendidikan    Kamis 16 April 2026    17:16:32 WIBPurwakarta - Upaya membangun generasi yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui sektor pendidikan. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memastikan bahwa program Tatanen di Bale Atikan (TDBA) serta konsep sekolah berbasis ekologi benar-benar berjalan di seluruh satuan pendidikan, bukan sekadar program di atas kertas.
Komitmen itu ditunjukkan melalui langkah konkret berupa monitoring langsung ke sejumlah sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Sadiyah, bersama jajaran kepala bidang, turun langsung ke lapangan. Tak hanya melakukan pengawasan, mereka juga memimpin upacara bendera, menyapa siswa dan guru, sekaligus melihat secara nyata bagaimana budaya sekolah dijalankan sehari-hari.
Pendekatan ini menjadi penting agar program yang digagas tidak berhenti pada aspek administratif. Disdik ingin memastikan nilai-nilai yang diusung dalam TDBA—mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, kebersihan, hingga kerapihan—benar-benar menjadi bagian dari keseharian warga sekolah.
“Monitoring dilakukan sekaligus pembinaan. Jika ditemukan sekolah yang belum tertata, langsung kami arahkan sebagai bagian dari edukasi kebersihan dan kerapihan,” ujar Sadiyah, Rabu (15/4/2026).
Program TDBA sendiri bukan sekadar aktivitas bercocok tanam di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, program ini menjadi medium pembelajaran karakter. Siswa diajak memahami proses alam, menghargai lingkungan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sejak dini. Di sisi lain, konsep sekolah berbasis ekologi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Dalam setiap kunjungan, Disdik tidak hanya menilai kondisi fisik sekolah, tetapi juga mengamati kebiasaan siswa—mulai dari cara mereka menjaga kebersihan kelas, mengelola sampah, hingga memanfaatkan lahan sekolah sebagai ruang belajar yang hidup.
Langkah aktif yang dilakukan Disdik Purwakarta ini menjadi sinyal bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan. Diperlukan kehadiran langsung di lapangan, dialog dengan para pendidik, serta pembinaan berkelanjutan agar perubahan benar-benar terasa.
Di tengah tantangan global terkait krisis lingkungan, langkah Purwakarta menanamkan kesadaran ekologis sejak bangku sekolah menjadi investasi jangka panjang. Dari ruang-ruang kelas sederhana, nilai-nilai itu ditumbuhkan membentuk generasi yang tak hanya pintar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bumi yang mereka tempati.***Red M.Ags
























