Setengah Abad Kutamakmur, Panggung Rakyat Menjaga Ingatan dan Kebersamaan
Pemerintahan    Minggu 19 April 2026    15:46:40 WIBKarawang - Di tengah arus perubahan yang terus bergerak cepat, Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, memilih merayakan usianya yang ke-50 dengan cara yang tak sekadar meriah, tetapi juga bermakna. Milangkala yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (19–20 April 2026), menjelma menjadi ruang bersama tempat warga merawat ingatan, meneguhkan identitas, dan mempererat kebersamaan.
Sejak pagi hingga malam, desa itu dipadati ribuan orang. Warga dari berbagai penjuru, termasuk tamu luar daerah, berbaur dalam rangkaian acara yang menggabungkan tradisi dan hiburan rakyat. Namun, di antara semua suguhan, pertunjukan sisingaan menjadi pusat perhatian—bukan hanya karena atraksinya yang memikat, tetapi juga karena nilai simbolik yang dikandungnya sebagai representasi perjuangan dan harga diri masyarakat.
Antusiasme warga terlihat tanpa sekat. Anak-anak, orang tua, hingga generasi muda larut dalam suasana yang hangat. Milangkala ini tak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga mempertemukan kembali hubungan sosial yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas sehari-hari.
Panitia menyadari betul bahwa perayaan ke-50 ini adalah momentum penting. Setengah abad perjalanan desa menjadi titik refleksi atas capaian yang telah diraih sekaligus pijakan untuk menatap masa depan. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi cara kami mengingat perjalanan panjang desa dan merawat kebersamaan,” ujar salah satu panitia.
Perayaan mencapai puncaknya saat Kepala Desa Kutamakmur, Juhariah, tampil di atas sisingaan. Ia tak hanya hadir sebagai pemimpin formal, tetapi ikut menari bersama warga. Aksi spontan itu langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai. Lebih dari sekadar hiburan, momen tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya.
Suasana haru juga terasa dalam arak-arakan yang menghadirkan foto para kepala desa terdahulu. Warga menyaksikan jejak sejarah yang dihadirkan secara sederhana namun penuh makna. Ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap mereka yang telah membangun fondasi desa hingga seperti sekarang.
Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, hingga unsur TNI-Polri dan organisasi kemasyarakatan, turut memperkuat makna perayaan ini. Milangkala Kutamakmur bukan hanya milik satu desa, tetapi menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial di wilayah yang lebih luas.
Kepala Desa Srijaya, Lilis Susilawati, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menilai perayaan ini sebagai contoh bagaimana tradisi dapat menjadi perekat sosial. “Bukan hanya meriah, tetapi juga mempererat silaturahmi. Ini yang paling penting,” ujarnya.
Pada akhirnya, Milangkala ke-50 Desa Kutamakmur bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, nilai-nilai seperti kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sejarah tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat. Sebuah perayaan yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan terus hidup dalam ingatan warganya.***Red Emn




























