Dari Impor ke Ekspor, Indonesia Mulai Menapak Jalan Kedaulatan Pangan
Pemerintahan    Kamis 23 April 2026    13:50:42 WIBKARAWANG - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Indonesia telah memasuki fase swasembada pangan, ditandai dengan nihilnya impor beras sepanjang tahun 2025. Pernyataan itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog di Karawang, Kamis (23/4/2026).
“Alhamdulillah, 2025 kita tidak impor beras. Insyaallah 2026 juga tidak impor. Kita doakan bersama,” ujar Amran.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari peningkatan produksi dalam negeri yang konsisten serta optimalisasi penyerapan gabah petani. Kondisi stok beras yang melimpah dinilai menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mempertahankan kemandirian pangan ke depan.
Lebih jauh, Amran menyebut Indonesia kini mulai melangkah ke tahap berikutnya, yakni menjajaki pasar ekspor. Pemerintah, kata dia, telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton ke Palestina serta mengekspor 2.280 ton ke sejumlah negara.
“Bulog sedang negosiasi, mudah-mudahan bisa ekspor 200 ribu ton. Bahkan kalau diminta 500 ribu ton pun kita siap,” katanya.
Permintaan beras Indonesia pun, lanjut Amran, datang dari berbagai negara, termasuk India yang disebut mengajukan kebutuhan hingga 500 ribu ton.
Namun di tengah capaian tersebut, Amran menyoroti respons publik yang dinilainya belum seimbang. Ia mengungkapkan, rencana impor dalam jumlah kecil kerap memicu perhatian besar, sementara keberhasilan ekspor justru kurang mendapat sorotan.
“Dulu, rencana impor 1.000 ton saja ramai. Padahal itu sangat kecil. Tapi saat kita ekspor, beritanya kecil,” ujarnya.
Dengan tren produksi yang terus meningkat dan cadangan beras yang terjaga, pemerintah optimistis Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai mengambil peran dalam rantai pasok pangan global.***Red-Emn




























