Karawang Jadi Penopang, Stok Beras Nasional Melimpah hingga 11 Bulan ke Depan
Pemerintahan    Kamis 23 April 2026    11:53:53 WIBKARAWANG - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog berada dalam kondisi aman dan melimpah. Hal itu disampaikannya saat meninjau Gudang Genesis di Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kamis (23/4/2026) pagi.
Amran menyebut capaian tersebut sebagai tonggak baru dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia. Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja bersama lintas sektor, mulai dari Kementerian Pertanian, Bulog, hingga dukungan TNI, Polri, dan berbagai elemen lainnya.
“Ini pertama kalinya dalam sejarah. Hasil kerja keras seluruh pihak,” ujarnya.
Kabupaten Karawang, menurut Amran, memainkan peran penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Saat ini, kapasitas gudang yang disewa pemerintah di wilayah tersebut mencapai 102 ribu ton, dengan realisasi penyimpanan sekitar 80 ribu ton beras. Dalam dua pekan ke depan, kapasitas itu diproyeksikan terisi penuh.
Kondisi surplus ini sekaligus menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pangan nasional. Setelah sempat mengimpor sekitar 7 juta ton beras pada periode 2023–2024, pemerintah kini menilai ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh.
Selain cadangan di gudang Bulog, ketersediaan beras nasional juga ditopang oleh potensi panen dari standing crop yang diperkirakan mencapai 11 juta ton. Cadangan ini disiapkan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino.
Tak hanya itu, stok beras di sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (horeka) juga tercatat mencapai 12,5 juta ton. Dengan total cadangan tersebut, Indonesia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras hingga 11 bulan ke depan.
“Estimasi El Nino sekitar enam bulan, sementara cadangan kita cukup hingga 11 bulan. Artinya, kita berada dalam posisi yang sangat aman,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Salah satunya melalui program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare serta penguatan sistem irigasi di lahan hingga 1,5 juta hektare.
Program pompanisasi menjadi salah satu andalan, dengan target distribusi 80 ribu unit pompa air untuk menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan terdampak kekeringan. Pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan.
Benih tersebut diharapkan mampu mempercepat masa tanam sekaligus meningkatkan indeks pertanaman petani, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Langkah-langkah tersebut, menurut Amran, merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.
“Ini adalah upaya berkelanjutan agar pangan kita tetap kuat dan terjamin,” pungkasnya.***Red-Yan




























