Menghidupkan Kembali Kali Mati, Menjaga Harapan Petani Bekasi
Pemerintahan    Jumat 24 April 2026    10:19:26 WIBBEKASI - Di tengah tumpukan sampah dan rimbunnya eceng gondok yang menutup aliran air, harapan untuk menghidupkan kembali “kali mati” di wilayah Babelan mulai digerakkan. Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau kondisi tersebut bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Kamis (23/4).
Di lokasi, ia mendapati saluran air yang tak lagi berfungsi optimal akibat sedimentasi dan tumpukan sampah. Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berdampak langsung pada risiko banjir dan terganggunya sistem irigasi warga.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata dia, akan segera melakukan normalisasi secara menyeluruh. Langkah itu meliputi pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah hingga ke hulu Kali CBL dan Kali Ciherang, serta penertiban bangunan liar di bantaran kali.
“Ini harus segera ditangani agar aliran air kembali normal dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut bukan tanpa alasan. Normalisasi saluran air diyakini akan mengembalikan fungsi irigasi yang menopang lahan pertanian hingga sekitar 1.000 hektare di wilayah tersebut. Bagi para petani, aliran air yang lancar menjadi penentu keberlangsungan produksi mereka.
Tak hanya fokus pada persoalan lingkungan, Asep juga meninjau layanan publik di Sukawangi. Ia mengunjungi Kantor Desa, UPTD Puskesmas Sukatenang, serta sejumlah sekolah untuk memastikan pelayanan dasar berjalan optimal.
Di sektor kesehatan, ia mendorong peningkatan layanan berbasis digital, operasional 24 jam, serta penambahan fasilitas rawat inap sederhana agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan medis. Sementara di bidang pendidikan, ia menyoroti perlunya perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai masih belum memadai.
Menurutnya, kualitas layanan kesehatan dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perbaikan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan harus berjalan beriringan. Ini bagian dari upaya kita menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi warga,” kata dia.
Langkah cepat yang diambil Pemkab Bekasi ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali aliran sungai yang mati, tetapi juga mengalirkan kembali harapan warga akan lingkungan yang lebih sehat dan kehidupan yang lebih sejahtera.***Red-Samsudin




























