Bekasi Dorong Gizi Anak Lewat Gerakan Gemar Makan Ikan
Pemerintahan    Jumat 24 April 2026    10:39:46 WIBBekasi - Upaya menekan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan cara yang sederhana namun berdampak langsung: memastikan asupan gizi masyarakat terpenuhi. Salah satunya melalui pembagian ikan segar kepada kelompok rentan.
Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menggelar intervensi gizi serentak melalui program SIAP BUGARKAN (Strategi Intervensi Inklusif Aksi Peningkatan Konsumsi Ikan melalui Budaya Gemar Makan Ikan), Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menyasar warga di tiga kecamatan, masing-masing dipusatkan di Kantor Desa Karangasih (Cikarang Utara), Kantor Desa Kedungwaringin, dan Kantor Desa Bojongmangu.
Sebanyak 300 warga menjadi penerima manfaat, terdiri dari balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, hingga remaja calon pengantin—kelompok yang dinilai paling membutuhkan asupan protein hewani.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudin, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
“Setiap peserta menerima dua kilogram ikan segar jenis nila dan kembung. Ini bagian dari intervensi langsung untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting,” ujarnya saat memantau distribusi di Cikarang Utara.
Menurut Wahyudin, dorongan konsumsi ikan menjadi strategi penting karena ketersediaan sumber daya yang melimpah di daerah. Ia menyebut, tren konsumsi ikan masyarakat Bekasi terus meningkat.
“Pada 2025, konsumsi ikan mencapai 24,12 kilogram per kapita per tahun, naik 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini sinyal positif, tapi masih perlu terus didorong agar mendekati target nasional,” jelasnya.
Program ini tidak hanya berhenti pada pembagian bantuan. Warga juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat ikan sebagai sumber protein yang terjangkau namun kaya nutrisi, penting bagi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu.
Agar tepat sasaran, distribusi dilakukan dengan pengawasan kader Posyandu dan petugas Dinas Perikanan. Kegiatan ini turut melibatkan unsur TNI-Polri, tenaga kesehatan Puskesmas, serta perwakilan DPRD Kabupaten Bekasi.
Pemerintah berharap, gerakan gemar makan ikan tidak sekadar menjadi program sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Harapannya sederhana, tapi penting: anak-anak Bekasi tumbuh sehat, kuat, dan terbebas dari stunting,” tutup Wahyudin.***Red-Samsudin




























