Resmi Dilantik, 199 Kepsek Karawang Diingatkan: Jangan Khianati Dana Pendidikan
Pendidikan    Jumat 24 April 2026    12:15:24 WIBKarawang,-Sebanyak 199 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang resmi dilantik pada Jumat (24/4/2026) di Plaza Pemda Karawang. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen moral untuk menjaga integritas dalam mengelola pendidikan, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam arahannya menyampaikan pesan tegas namun sarat makna: dana BOS adalah hak siswa yang harus sepenuhnya dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi ruang bagi penyimpangan anggaran di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai ada penyimpangan dana BOS. Jangan zalim. Gunakan sepenuhnya untuk kepentingan sekolah,” ujarnya di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik.
Pelantikan kali ini mencakup 191 kepala sekolah tingkat SD, 9 SMP, serta satu kepala sekolah yang sebelumnya berhalangan hadir. Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan tahap sebelumnya yang digelar pada 2 April 2026.
Bupati juga menyinggung peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang dinilai sudah semakin baik, baik dari sisi gaji maupun tambahan penghasilan pegawai (TPP). Dengan kondisi tersebut, menurutnya, tidak ada alasan bagi kepala sekolah untuk menyalahgunakan anggaran pendidikan.
“Tugas kita sekarang memastikan sekolah nyaman dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” katanya.
Selain soal pengelolaan dana, Aep turut menyoroti praktik pungutan liar (pungli) yang masih menjadi perhatian. Ia meminta seluruh kepala sekolah untuk bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membangun tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas. Lebih dari sekadar jabatan, kepemimpinan kepala sekolah diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kualitas layanan pendidikan.
Di tengah harapan besar itu, amanah kini berada di pundak para kepala sekolah menjadikan setiap rupiah anggaran bermakna, dan setiap kebijakan berpihak pada masa depan siswa.***Red-Emn




























