Menanti 12 Tahun, Rian Wujudkan Mimpi Haji Sejak Usia 9 Tahun
Dunia Islam    Jumat 24 April 2026    21:45:44 WIBKARAWANG – Di tengah arus kehidupan anak muda yang kian dinamis berlomba mengejar karier, pendidikan, hingga gaya hidup Rian Ahmad Jaenudin justru menapaki jalan yang berbeda. Pemuda asal Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang ini menambatkan mimpinya jauh lebih awal: berangkat menunaikan ibadah haji.
Tekad itu tumbuh sejak Rian masih berusia 9 tahun, saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar pada 2014. Di usia yang masih belia, ketika banyak anak seusianya belum memahami arti perjalanan spiritual, Rian justru telah memupuk niat untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Butuh waktu 12 tahun penantian hingga akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan. Kini, di usia 21 tahun, Rian resmi diberangkatkan sebagai calon jemaah haji bersama kloter 4 JKS dari Islamic Center Karawang menuju Asrama Haji Bekasi, Jumat (24/4/2026). Ia tercatat sebagai jemaah termuda dalam kelompok tersebut.
“Sudah nunggu berangkat haji dari tahun 2014, waktu umur 9 tahun. Sekarang alhamdulillah bisa berangkat di umur 21 tahun,” ujar Rian dengan wajah penuh syukur.
Perjalanan Rian bukanlah kisah instan. Di balik keberangkatannya, ada perjuangan panjang kedua orang tuanya yang dengan sabar dan konsisten menyisihkan penghasilan dari usaha penggilingan padi. Dari usaha sederhana itulah, biaya perjalanan haji dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya cukup untuk memberangkatkan sang anak ke Tanah Suci.
Rian pun tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia berangkat seorang diri, setelah anggota keluarganya lebih dahulu menunaikan ibadah haji.
“Berangkat sendiri, alhamdulillah. Keluarga sudah semua,” ucapnya singkat.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa Rian menjadi jemaah termuda dalam kloter 4 JKS, sementara jemaah tertua dalam rombongan tersebut berusia 82 tahun. Ia juga memastikan seluruh proses persiapan keberangkatan berjalan lancar, termasuk pemeriksaan kesehatan para calon jemaah.
“Alhamdulillah para jemaah sudah kami cek kesehatannya, diberikan sarapan dan syal sebagai penanda identitas. Setelah diperiksa, semuanya dalam kondisi sehat,” kata Aep.
Kisah Rian menjadi pengingat bahwa mimpi besar tak mengenal usia. Dengan tekad, kesabaran, dan dukungan keluarga, sebuah niat yang ditanam sejak kecil pun bisa berbuah nyata di waktu yang tepat.***Red-Emn


























