Sumedang 448 Tahun: Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan
Pemerintahan    Jumat 24 April 2026    22:03:57 WIBSUMEDANG - Di usia ke-448, Kabupaten Sumedang tidak sekadar merayakan perjalanan waktu, tetapi juga meneguhkan identitasnya sebagai daerah yang kaya sejarah dan budaya. Peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang diwarnai pergelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan yang digelar di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang, Jumat (24/4/2026).
Beragam kesenian tradisional khas Sumedang ditampilkan, menjadi cerminan kekayaan budaya Sunda yang terus dijaga di tengah arus modernisasi. Kegiatan ini bukan hanya seremoni, melainkan ruang aktualisasi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan lintas generasi.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa usia ke-448 merupakan momentum refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh. Ia mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak boleh tercerabut dari akar budaya yang menjadi jati diri masyarakatnya.
“Sumedang telah melalui perjalanan panjang penuh perjuangan. Ini menjadi saat yang tepat untuk terus berbenah, memperkuat identitas, dan melangkah menuju masa depan yang lebih maju,” ujar Dony saat membuka acara.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa visi Sumedang sebagai kabupaten terdepan hanya dapat terwujud jika masyarakatnya turut merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Di sisi lain, pelestarian budaya menjadi perhatian utama. Pergelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan, kata Dony, merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi budaya Sunda di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
“Budaya harus dikenali, dipahami, dicintai, dan dilestarikan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak warga untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Sumedang. Kebersamaan dan semangat gotong royong, menurutnya, menjadi kunci dalam mewujudkan daerah yang maju sekaligus masyarakat yang sejahtera.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik derap pembangunan, Sumedang tetap berpijak pada akar budaya yang kuat—sebuah fondasi yang diyakini mampu menjaga arah sekaligus memperkuat langkah menuju masa depan.***Red-Cece Ruhiyat

























