Tangis di Bekasi Timur: KNKT Selidiki Tragedi Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Peristiwa    Selasa 28 April 2026    15:37:55 WIBBekasi – Duka menyelimuti Stasiun Bekasi Timur setelah kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin malam (27/4/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu tak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga luka mendalam bagi para keluarga korban.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat. Sejak malam kejadian, tim investigasi telah turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data primer dan menelusuri fakta di lapangan.
“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujar Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, Selasa (28/4/2026).
Kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 dengan relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi diketahui terlibat dalam tabrakan tersebut. Rangkaian KRL sebelumnya dilaporkan terhenti di area stasiun setelah insiden kendaraan tertemper di perlintasan sebidang Ampera—sebuah kejadian yang kemudian memicu rangkaian peristiwa memilukan.
Data resmi mencatat 14 orang meninggal dunia, seluruhnya perempuan, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka. Angka-angka itu kini berubah menjadi cerita kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta perjuangan bagi para korban yang masih menjalani perawatan.
Di tengah suasana duka, aparat kepolisian bersama KNKT terus mendalami kemungkinan adanya faktor kegagalan teknis maupun kelalaian dalam pengoperasian yang menjadi pemicu kecelakaan besar ini.
Sementara itu, harapan akan kejelasan penyebab tragedi dan upaya pencegahan ke depan menjadi tumpuan, agar peristiwa serupa tak kembali merenggut nyawa di jalur rel negeri ini.***Red-Sam



























