Hardiknas di Kuningan: Saat Keluarga Jadi Kunci Pendidikan Karakter Anak
Pendidikan    Sabtu 02 Mei 2026    15:59:11 WIBKUNINGAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Kuningan tahun ini tak sekadar seremoni. Di tengah semangat refleksi pendidikan, lahir sebuah gerakan yang menempatkan keluarga sebagai pusat pembentukan karakter anak.
Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan meluncurkan gerakan kolaboratif bertajuk “Bunda El untuk Ananda”, sebuah inisiatif yang menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan dalam membangun generasi berkarakter.
Peluncuran ini turut disertai dengan pengenalan modul “Bunda El untuk Ananda” serta buku panduan yang ditujukan bagi guru, orang tua, dan anak/remaja. Materi tersebut dirancang sebagai upaya memperkuat literasi keluarga sekaligus mendorong lahirnya generasi BERSEKA—berkarakter, sehat, dan berprestasi.
Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, menegaskan bahwa buku panduan ini menjadi ikhtiar nyata dalam menjawab tantangan sosial yang kian kompleks, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era modern.
“Rumah adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah guru terbaik bagi anak. Karena itu, penguatan peran keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi masa depan,” ujarnya usai mengikuti upacara Hardiknas di Pendapa Paramarta, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, buku tersebut disusun secara holistik dengan membahas berbagai aspek penting, mulai dari penanaman nilai moral sejak dini, pembentukan pergaulan sehat, hingga perhatian terhadap kesehatan mental anak. Selain itu, panduan ini juga memuat langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang kerap mengancam remaja, seperti perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba.
Lebih jauh, gerakan ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam proses pendidikan, agar tercipta pola pengasuhan yang kuat, adaptif, dan harmonis.
Sebagai lembaga koordinatif, LKKS Kabupaten Kuningan juga menggalang kolaborasi lintas sektor dalam implementasinya. Sejumlah instansi seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, BNNK, MKKS SMA, hingga Kementerian Agama dilibatkan untuk memperkuat deteksi dini dan penanganan persoalan sosial anak dan remaja.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menjaga dan membina generasi muda.
Hj. Ela berharap, gerakan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan menjadi pedoman berkelanjutan bagi keluarga dan lembaga pendidikan.
“Ini adalah gerakan bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan dan keberhasilan bagi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.***Red-Ading Permana

























