Di Balik Apresiasi Hardiknas, Kuningan Akui Tantangan Pendidikan
Pendidikan    Sabtu 02 Mei 2026    16:11:57 WIBKUNINGAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kuningan tak sekadar seremoni tahunan. Dari Pendapa Paramarta, Sabtu (2/5/2026), tersiar pesan kuat: pendidikan adalah kerja bersama, sekaligus cermin masa depan daerah.
Dalam suasana khidmat, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Puluhan penghargaan diberikan kepada pelajar, guru, hingga sekolah berprestasi, menjadi penanda bahwa di tengah berbagai keterbatasan, potensi tetap tumbuh dan layak diapresiasi.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memilih untuk tidak sekadar merayakan capaian. Ia mengajak semua pihak melihat kenyataan secara jujur. Rata-rata lama sekolah yang masih perlu ditingkatkan, keterbatasan sarana prasarana, hingga akses pendidikan yang belum merata di sejumlah wilayah menjadi catatan yang tak diabaikan.
“Pendidikan adalah cermin masa depan sebuah daerah. Ketika pendidikan cerah, maka harapan akan tampak. Namun ketika pendidikan buram, yang muncul adalah kegelisahan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tak boleh berhenti pada fisik. Lebih jauh, pendidikan harus menyentuh pembangunan manusia—karakter, martabat, dan kecerdasan.
Di tengah refleksi itu, pemerintah daerah menghadirkan langkah konkret melalui peluncuran program “Bunda El untuk Ananda”. Gerakan yang digagas Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
Hardiknas tahun ini juga menjadi panggung bagi lahirnya optimisme. Sejumlah pelajar Kuningan mencatatkan prestasi di tingkat nasional, mulai dari raihan medali emas cabang pencak silat dan karate, hingga juara debat bahasa Indonesia. Di sisi lain, para tenaga pendidik dan sekolah juga mendapat penghargaan atas inovasi dan komitmen terhadap mutu serta lingkungan.
Tak hanya itu, bantuan pendidikan turut disalurkan kepada siswa yang membutuhkan, mempertegas upaya pemerataan akses pendidikan di daerah tersebut.
Momentum ini menegaskan satu hal: pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia adalah kerja bersama, yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Jika pendidikan kita maju, maka Kuningan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kualitas generasinya,” kata Bupati Dian, menutup peringatan dengan nada optimistis.
Dari Kuningan, harapan itu kembali dinyalakan bahwa masa depan yang lebih baik selalu dimulai dari ruang-ruang belajar hari ini.***Red-Ading Permana

























