Harapan Tumbuh dari Ladang Petani Tembakau Sumedang
Ekonomi    Sabtu 02 Mei 2026    19:32:37 WIBSUMEDANG - Di tengah hamparan ladang tembakau yang mulai menghijau, harapan para petani di Kabupaten Sumedang kembali disemai. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, turun langsung menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada Kelompok Tani Mandiri di Dusun Cibogo, Desa Sukasari, (2/5/2026).
Bantuan yang diberikan tidak sekadar simbolis. Mulai dari pupuk, benih, cultivator, alat perajang tembakau hingga rumah pengering, semuanya diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil petani dalam meningkatkan kualitas produksi sekaligus menekan biaya operasional. Bantuan serupa juga disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Tanjungsari dan Sukasari.
Bagi Fajar, pertanian bukan hanya soal panen, tetapi tentang masa depan. Ia menegaskan, kesejahteraan petani menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sumedang. “Saya ingin petani di Sumedang makmur. Ketika petani sudah sejahtera, itu akan menjadi stimulus bagi generasi muda untuk ikut terjun ke sektor pertanian,” ujarnya.
Di balik itu, ada kegelisahan yang ia sampaikan secara terbuka: minimnya regenerasi petani. Fajar mendorong pendekatan baru melalui smart farming dan pemanfaatan teknologi digital agar sektor ini kembali dilirik anak muda. Menurutnya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan inovasi dan manajemen yang tepat.
Lebih jauh, ia menyimpan mimpi besar: menjadikan tembakau Sumedang sebagai komoditas unggulan berkelas nasional hingga internasional. Selama ini, nama Sumedang identik dengan tahu Cilembu. Namun, ia ingin citra itu berkembang—bahwa Sumedang juga memiliki tembakau berkualitas tinggi dengan daya saing kuat di pasar luas.
Sementara itu, Plt. Camat Sukasari, Mirsana, menyebut wilayahnya sebagai salah satu sentra tembakau unggulan di Sumedang. Bahkan, Desa Sukasari kini tengah dikembangkan sebagai kawasan agrowisata bertajuk “Kampung Bako”. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada produksi, tetapi juga edukasi dan wisata berbasis pertanian.
“Mayoritas masyarakat kami adalah petani. Tembakau dari Sukasari sudah dipasarkan hingga ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Jawa Barat,” katanya.
Dukungan juga datang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kepala dinas, Tono Suhartono, mengungkapkan bahwa harga tembakau saat ini menunjukkan tren positif, berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Pemerintah, kata dia, terus mendorong inovasi, mulai dari pembangunan alat pengering modern hingga penguatan sistem resi gudang.
“Sumedang menjadi salah satu daerah dengan pasar tembakau yang mulai terstruktur. Bahkan, kita sudah merintis ekspor. Ini harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Di tengah tantangan zaman dan perubahan minat generasi, langkah-langkah ini menjadi penanda bahwa pertanian khususnya tembakau masih menyimpan masa depan. Dari ladang-ladang di Sukasari, harapan itu kini kembali tumbuh, perlahan namun pasti.***Red-Cece Ruhiyat
























