Menjemput Masa Depan Lewat Pendidikan, Pesan Kuat dari Hardiknas Kuningan
Pendidikan    Sabtu 02 Mei 2026    19:51:42 WIBKUNINGAN - Suasana khidmat menyelimuti Pendapa Paramarta, Sabtu (2/5/2026), ketika Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Di tengah barisan peserta yang tertib, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan pesan yang tak sekadar seremonial, tetapi menyentuh akar persoalan dan harapan pendidikan di daerahnya.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Hardiknas tahun ini menjadi ruang refleksi bersama. Bagi Dian, pendidikan bukan sekadar program kerja, melainkan cermin masa depan daerah.
“Ketika pendidikan cerah, harapan akan tampak. Namun ketika pendidikan buram, yang muncul adalah kegelisahan,” ujarnya, lugas.
Ia tak menampik masih adanya pekerjaan rumah: rata-rata lama sekolah yang perlu ditingkatkan, keterbatasan sarana, hingga akses pendidikan yang belum merata di sejumlah wilayah. Namun, di balik itu, ia melihat tekad sebagai kunci perubahan.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi panggilan pengabdian. Kita harus bekerja lebih terukur, inovatif, dan tulus untuk anak-anak kita,” tegasnya.
Pesan itu menegaskan arah kebijakan: pembangunan pendidikan tak boleh berhenti pada fisik. Lebih dari itu, pendidikan harus membentuk manusia seutuhnya—karakter, martabat, dan kecerdasan.
Dalam kesempatan tersebut, amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah turut dibacakan, mengingatkan kembali filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara tentang asah, asih, dan asuh—sebuah pendekatan utuh yang menggabungkan ilmu, empati, dan pembinaan karakter.
Momentum Hardiknas juga diwarnai langkah konkret. Program “Bunda El untuk Ananda” diluncurkan sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang menitikberatkan pada penguatan karakter generasi muda. Program ini menjadi simbol bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kerja bersama.
Selain itu, puluhan penghargaan diberikan kepada pelajar, tenaga kependidikan, dan satuan pendidikan berprestasi dari bidang akademik, olahraga, hingga seni. Bantuan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan juga disalurkan, menegaskan komitmen pemerataan akses.
Nama-nama pelajar berprestasi dari berbagai jenjang SD hingga SMA menjadi bukti bahwa potensi generasi Kuningan terus tumbuh. Dari juara pencak silat nasional hingga kompetisi fisika, dari lomba debat hingga olahraga, capaian mereka mencerminkan wajah pendidikan yang terus bergerak maju.
Di sisi lain, penghargaan untuk sekolah dan tenaga pendidik menunjukkan bahwa perubahan juga bertumpu pada dedikasi para guru dan lingkungan belajar yang sehat.
Pada akhirnya, Hardiknas di Kuningan tahun ini mengirim satu pesan kuat: pendidikan adalah tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha.
Dian menutup dengan optimisme yang sederhana, namun bermakna dalam.
“Jika pendidikan kita maju, maka Kuningan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kualitas generasinya.”
Dari Pendapa Paramarta, harapan itu kembali dinyalakan bahwa masa depan Kuningan sedang dibangun hari ini, melalui pendidikan yang lebih bermutu, merata, dan berkeadilan.***Red-Ading Permana
























