Menata Harapan Rengasdengklok, Menghidupkan Kembali Denyut Ekonomi Warga
Pemerintahan    Rabu 06 Mei 2026    18:56:11 WIBKarawang - Pemerintah Kabupaten Karawang mulai mematangkan langkah besar untuk menata ulang wajah Kecamatan Rengasdengklok. Upaya ini tak sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat melalui penguatan aktivitas ekonomi yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Peninjauan lapangan yang dipimpin Asisten Daerah (Asda) I Setda Karawang, Ridwan Salam, menjadi titik awal dari proses panjang tersebut. Bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, pemerintah memetakan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi kawasan itu.
Sejumlah titik strategis menjadi fokus perhatian, mulai dari eks kewadanaan hingga pasar lama. Kawasan-kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk kembali dihidupkan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
“Penataan ini harus disiapkan dengan matang karena melibatkan banyak pihak. Yang terpenting, tidak ada kelompok yang dirugikan dalam prosesnya,” ujar Ridwan, Rabu (6/5/2026).
Rencana tersebut juga mencakup kajian perluasan pasar yang masih terus dimatangkan. Pemerintah ingin memastikan konsep yang dihasilkan benar-benar terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Disperindagkop UKM Karawang, Dindin Rachmady, menyebut langkah ini sebagai proses awal untuk memahami kondisi riil di lapangan. Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar perencanaan di atas kertas.
“Kami sedang ‘belanja masalah’. Dari pasar, eks kantor kecamatan lama, hingga ruang terbuka hijau, semuanya kami petakan untuk kemudian dikolaborasikan lintas OPD,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari pihak swasta. PT Visi Indonesia Mandiri, selaku pengelola Pasar Proklamasi, menyatakan komitmennya untuk mendukung penataan kawasan tersebut. General Manager perusahaan, Handi Wijaya, menilai langkah ini sebagai momentum penting untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.
“Dengan konsep yang terintegrasi, Pasar Proklamasi diharapkan menjadi ruang perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sentralisasi perdagangan agar tidak lagi tersebar di berbagai titik, sehingga dampaknya bisa lebih terasa bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan, penataan kawasan Rengasdengklok tidak hanya berfokus pada revitalisasi pasar, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur dan ruang publik. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kawasan ini dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Di tengah proses yang masih berjalan, harapan mulai tumbuh bahwa Rengasdengklok bukan hanya akan menjadi lebih tertata, tetapi juga kembali hidup sebagai ruang bersama yang produktif bagi warganya.***Red-Emn




























