Habbina
Dana Beasiswa Diduga Diselewengkan, Publik Soroti Pengawasan Universitas Sjakhyakirti
0 Komentar 30 pembaca

Dana Beasiswa Diduga Diselewengkan, Publik Soroti Pengawasan Universitas Sjakhyakirti

Peristiwa

Palembang – Dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Bidikmisi di Universitas Sjakhyakirti terus menjadi sorotan publik. Setelah pemberitaan mengenai dugaan penggunaan dana mahasiswa untuk kepentingan pribadi oleh oknum administrasi berinisial SZ mencuat, gelombang kritik dari warganet ramai memenuhi kolom komentar media daring, Rabu (13/5/2026).

Kasus ini memantik keprihatinan masyarakat karena dana bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu diduga justru disalahgunakan.

Sejumlah warganet mempertanyakan sikap dan langkah tegas pihak kampus terhadap dugaan tersebut. Robi, salah satu pengguna media sosial, mengaku prihatin apabila kasus seperti ini tidak segera ditindaklanjuti.

“Ngeri kalau salah pilih kampus, yang seperti ini saja tidak ada tindakan tegas,” tulisnya.

Komentar lain disampaikan Yogi yang menyoroti sisi moral dalam dugaan penyalahgunaan dana bantuan pendidikan.

“Uang mahasiswa miskin malah dipakai untuk kepentingan pribadi, hati nurani sudah mati,” ujarnya.

Nada serupa datang dari Arta yang menilai beasiswa pendidikan seharusnya menjadi harapan bagi mahasiswa kurang mampu, bukan justru menjadi sasaran penyimpangan.

“Beasiswa itu harapan mahasiswa kurang mampu, bukan ladang bancakan,” tulisnya.

Kritik juga diarahkan pada citra institusi pendidikan. Inta menyebut dugaan tersebut mencoreng nama baik dunia kampus.

“Miris, kampus yang seharusnya mendidik, malah tercoreng dugaan korupsi,” katanya.

Sementara itu, Ferdi mempertanyakan lemahnya pengawasan internal apabila dugaan tersebut benar terjadi dalam waktu yang cukup lama.

“Kalau memang sudah lama terjadi tapi dibiarkan, berarti pengawasan kampus lemah,” tulisnya.

Warganet lainnya, Rieco, meminta agar persoalan ini tidak berhenti sebatas perbincangan publik tanpa proses hukum yang jelas.

“Jangan sampai kasus ini ditutup-tutupi tanpa proses hukum yang jelas, harus ditindak tegas,” komentarnya.

Selain itu, beberapa netizen turut mempertanyakan status oknum yang diduga terlibat. Yulia menulis, “Oknumnya masih bekerja di sana atau tidak?” Sementara Ari dan Abi mengungkapkan rasa prihatin terhadap nasib mahasiswa penerima bantuan pendidikan serta citra dunia pendidikan yang dinilai tercoreng akibat kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan itu disebut melibatkan dana SPP mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tahun anggaran 2019 dan mahasiswa penerima KIP Kuliah tahun anggaran 2020.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah mahasiswa terdampak mencapai 29 penerima Beasiswa Bidikmisi dan 158 penerima KIP Kuliah dengan total dana diduga mencapai Rp244.050.000.

Pihak media disebut telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kampus guna menjaga keberimbangan informasi. Namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak kampus terkait dugaan tersebut.

Bahkan saat tim media mendatangi lingkungan kampus untuk meminta akses kontak humas sebagai jalur konfirmasi resmi, pihak staf disebut belum memberikan nomor yang dimaksud.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat terkait dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan tersebut maupun status oknum SZ yang disebut masih aktif bekerja di lingkungan kampus.***Red-Morry

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top