Solar Naik, Nelayan Tanjungpakis Kian Sulit Melaut
Daerah    Jumat 22 Mei 2026    12:06:58 WIBKARAWANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi beban berat bagi nelayan di pesisir utara Kabupaten Karawang. Nelayan di Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, mengaku biaya operasional melaut terus meningkat akibat melonjaknya harga solar subsidi maupun non-subsidi.
Kondisi tersebut semakin terasa di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di kisaran Rp17.702 per dolar AS. Dampaknya, nelayan harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bahan bakar hingga kebutuhan logistik saat melaut.
Ali, nelayan asal Tanjungpakis, mengatakan harga solar untuk kapal kecil saat ini mencapai sekitar Rp10 ribu per liter, naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp8 ribu per liter. Sementara itu, kapal berukuran besar di atas 30 gross ton (GT) harus membeli solar non-subsidi dengan harga yang menembus Rp30 ribuan per liter.
“Dulu solar sekitar Rp6 ribu, sekarang Rp10 ribuan untuk kapal kecil. Kalau kapal besar di atas 30 GT itu lebih menjerit, yang biasanya Rp15 ribu sampai Rp18 ribu sekarang tembus Rp30 ribuan,” ujar Ali, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, lonjakan harga bahan bakar membuat biaya operasional nelayan semakin tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh dari melaut. Banyak nelayan kini memilih mengurangi jarak dan waktu melaut demi menghemat penggunaan solar.
Akibatnya, hasil tangkapan ikan mengalami penurunan cukup signifikan. Ali menyebut, tangkapan nelayan turun sekitar 30 persen dibanding sebelumnya.
“Hasil tangkapan turun karena jarak dan waktu melaut sekarang lebih singkat. Nelayan tidak berani melaut jauh karena membutuhkan lebih banyak solar,” katanya.
Ironisnya, di tengah menurunnya hasil tangkapan, harga jual ikan di pasaran justru sedang membaik. Namun kondisi tersebut belum mampu menutup tingginya biaya operasional yang harus ditanggung nelayan.
“Sekarang harga jual lagi bagus, tapi hasil tangkapan malah merosot,” ucapnya.
Tak hanya BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok yang dibawa selama melaut juga turut menambah beban para nelayan kecil di wilayah pesisir Karawang.
“Selain solar, sembako yang dibawa untuk melaut juga ikut naik,” tambahnya.
Para nelayan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mereka, terutama melalui tambahan subsidi bahan bakar dan bantuan operasional lainnya agar nelayan kecil tetap dapat bertahan.
“Kami berharap pemerintah memberikan subsidi lebih untuk nelayan supaya harga bahan bakar tidak melonjak. Nelayan ini masyarakat kecil yang harus diperhatikan kesejahteraannya,” pungkas Ali.***Red-Emn




























