Habbina
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Karawang Belajar Bertani dan Beternak untuk Masa Depan
0 Komentar 135 pembaca

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Karawang Belajar Bertani dan Beternak untuk Masa Depan

Daerah

Karawang – Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, puluhan warga binaan kini menjalani hari-hari dengan aktivitas produktif. Mereka belajar bertani, beternak, hingga mengelola perikanan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Program ketahanan pangan terpadu yang dikembangkan Lapas Karawang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, program ini juga dirancang untuk membentuk keterampilan kerja dan mental produktif para peserta.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, mengatakan program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari peternakan ayam petelur, ayam KOB, penggemukan sapi, peternakan domba, penetasan telur atau DOC, perikanan hingga pertanian sawah.
“Pelaksanaan ketahanan pangan di antaranya produksi telur, daging ayam, daging sapi, daging domba, perikanan, serta padi yang sudah kami panen. Mudah-mudahan hasilnya bisa kami distribusikan untuk program MBG maupun kegiatan produktif lainnya,” ujar Ma’ruf, Senin (25/5/2026).
Di sektor pertanian, Lapas Karawang mengelola lahan sawah seluas 1,7 hektare yang terus dikembangkan guna meningkatkan hasil produksi padi. Aktivitas tersebut melibatkan warga binaan yang menjalani program asimilasi sebagai bagian dari pembinaan keterampilan.
Menurut Ma’ruf, konsep peternakan terpadu diterapkan agar warga binaan memiliki pengalaman kerja nyata sebelum kembali ke lingkungan masyarakat. Mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
“Melalui peternakan terpadu ini kami mempersiapkan pos-pos kerja bagi warga binaan asimilasi agar memiliki pengalaman dan keterampilan praktis,” katanya.
Saat ini, sebanyak 20 warga binaan mengikuti program asimilasi ketahanan pangan setelah dinyatakan memenuhi syarat melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Program pembinaan tersebut akan terus berjalan hingga mereka memperoleh Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat.
“Pembinaan asimilasi dilaksanakan sampai mereka mendapatkan SK Pembebasan Bersyarat,” ucapnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal hidup yang bermanfaat setelah bebas nanti.
“Semoga saat mereka bebas nanti sudah memiliki keterampilan yang bisa diterapkan di masyarakat,” tandasnya.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top