Habbina
540 Siswa Baru SMPN 1 Tirtamulya Ikuti MPLS, Sekolah Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Empati Sejak Hari Pertama
0 Komentar 153 pembaca

540 Siswa Baru SMPN 1 Tirtamulya Ikuti MPLS, Sekolah Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Empati Sejak Hari Pertama

Pendidikan

KARAWANG – Sebanyak 540 peserta didik baru kelas VII SMP Negeri 1 Tirtamulya mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang resmi dimulai pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 15, 16, 17, 20 hingga 21 Juli 2026 tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan pemerintah.
MPLS menjadi momentum penting bagi para siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib, budaya belajar, serta membangun karakter positif sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama. Sejak hari pertama, para peserta tampak antusias mengikuti berbagai materi yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, SMPN 1 Tirtamulya juga menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Melalui berbagai sesi pembinaan, para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kepala SMPN 1 Tirtamulya, H. Abdul Karim, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan siswa baru, melainkan proses awal pembentukan karakter yang akan menjadi fondasi selama mereka menempuh pendidikan di sekolah.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan MPLS dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap peserta didik untuk berkembang, berprestasi, dan mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
“Melalui MPLS ini kami ingin menanamkan nilai-nilai saling menghargai, saling menghormati, serta membangun budaya sekolah yang positif. Anak-anak harus memahami sejak awal bahwa perundungan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di lingkungan sekolah. Kami mengajak seluruh siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying, berani menegur jika melihat tindakan perundungan, dan memiliki kepedulian terhadap teman-temannya,” ujar Abdul Karim.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat. Karena itu, nilai-nilai empati, toleransi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi secara sehat dengan sesama menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik.
“Kami berharap siswa baru dapat beradaptasi dengan baik, mengenal seluruh warga sekolah, serta memahami bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari lingkungan yang saling mendukung. Ketika anak-anak mampu menghargai perbedaan dan menjaga sikap serta perkataannya, maka suasana belajar yang nyaman akan tercipta dan prestasi pun dapat berkembang secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tirtamulya, Arid Riyadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh kegiatan MPLS disusun dengan pendekatan edukatif, ramah anak, dan mengedepankan pembinaan karakter.
Menurutnya, peserta didik baru perlu mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga sekolah. Selain itu, mereka juga perlu dibekali kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya maupun guru.
“Pada MPLS tahun ini kami memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan bullying. Anak-anak harus memahami bahwa ucapan, tindakan, maupun perilaku yang dapat menyakiti orang lain tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, mereka harus belajar menghargai perbedaan, membangun rasa empati, serta menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Arid Riyadi.
Ia menambahkan bahwa keberanian untuk mencegah perundungan juga perlu ditumbuhkan sejak dini. Menurutnya, siswa tidak boleh menjadi penonton ketika melihat tindakan yang merugikan temannya.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjadi agen kebaikan. Jika melihat ada teman yang mengalami perundungan, jangan diam. Laporkan kepada guru, berikan dukungan kepada korban, dan bantu menciptakan suasana sekolah yang aman. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan selama kegiatan MPLS berlangsung,” jelasnya.
Di sisi lain, Pembina OSIS SMPN 1 Tirtamulya, Angga Teja Permana, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa keterlibatan pengurus OSIS dalam MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara lebih cepat dan menyenangkan.
Menurutnya, para siswa baru perlu merasakan bahwa sekolah merupakan rumah kedua yang penuh dengan semangat kebersamaan. Karena itu, OSIS berupaya memberikan contoh positif melalui sikap ramah, santun, dan menghormati setiap peserta didik baru.
“Kami ingin adik-adik kelas VII merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Mereka datang dari berbagai latar belakang sekolah dasar yang berbeda, sehingga perlu dibangun rasa kebersamaan dan persaudaraan. Kami mengajak mereka untuk saling mengenal, saling membantu, dan menjaga komunikasi yang baik dengan sesama,” ujarnya.
Angga juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam pergaulan, baik secara langsung maupun di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan sikap bijak dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan konflik maupun tindakan perundungan digital.
“Menjaga sikap dan perkataan adalah bagian dari karakter yang harus dimiliki setiap pelajar. Kata-kata yang baik akan melahirkan hubungan yang baik pula. Karena itu, kami terus mengingatkan siswa untuk berpikir sebelum berbicara, menghormati orang lain, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” katanya.
Melalui MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMPN 1 Tirtamulya berharap seluruh peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sekaligus memahami pentingnya membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan peduli terhadap sesama. Dengan semangat anti-bullying dan penguatan karakter yang terus ditanamkan, sekolah optimistis dapat menciptakan generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.***Red-Man

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top