540 Siswa Baru SMPN 1 Tirtamulya Ikuti MPLS, Sekolah Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Empati Sejak Hari Pertama
Pendidikan    Rabu 15 Juli 2026    08:29:12 WIB
Tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, SMPN 1 Tirtamulya juga menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Melalui berbagai sesi pembinaan, para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.Kepala SMPN 1 Tirtamulya, H. Abdul Karim, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan siswa baru, melainkan proses awal pembentukan karakter yang akan menjadi fondasi selama mereka menempuh pendidikan di sekolah.Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan MPLS dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap peserta didik untuk berkembang, berprestasi, dan mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
“Melalui MPLS ini kami ingin menanamkan nilai-nilai saling menghargai, saling menghormati, serta membangun budaya sekolah yang positif. Anak-anak harus memahami sejak awal bahwa perundungan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di lingkungan sekolah. Kami mengajak seluruh siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying, berani menegur jika melihat tindakan perundungan, dan memiliki kepedulian terhadap teman-temannya,” ujar Abdul Karim.Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat. Karena itu, nilai-nilai empati, toleransi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi secara sehat dengan sesama menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik.“Kami berharap siswa baru dapat beradaptasi dengan baik, mengenal seluruh warga sekolah, serta memahami bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari lingkungan yang saling mendukung. Ketika anak-anak mampu menghargai perbedaan dan menjaga sikap serta perkataannya, maka suasana belajar yang nyaman akan tercipta dan prestasi pun dapat berkembang secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tirtamulya, Arid Riyadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh kegiatan MPLS disusun dengan pendekatan edukatif, ramah anak, dan mengedepankan pembinaan karakter.Menurutnya, peserta didik baru perlu mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga sekolah. Selain itu, mereka juga perlu dibekali kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya maupun guru.“Pada MPLS tahun ini kami memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan bullying. Anak-anak harus memahami bahwa ucapan, tindakan, maupun perilaku yang dapat menyakiti orang lain tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, mereka harus belajar menghargai perbedaan, membangun rasa empati, serta menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Arid Riyadi.
Ia menambahkan bahwa keberanian untuk mencegah perundungan juga perlu ditumbuhkan sejak dini. Menurutnya, siswa tidak boleh menjadi penonton ketika melihat tindakan yang merugikan temannya.“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjadi agen kebaikan. Jika melihat ada teman yang mengalami perundungan, jangan diam. Laporkan kepada guru, berikan dukungan kepada korban, dan bantu menciptakan suasana sekolah yang aman. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan selama kegiatan MPLS berlangsung,” jelasnya.Di sisi lain, Pembina OSIS SMPN 1 Tirtamulya, Angga Teja Permana, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa keterlibatan pengurus OSIS dalam MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara lebih cepat dan menyenangkan.Menurutnya, para siswa baru perlu merasakan bahwa sekolah merupakan rumah kedua yang penuh dengan semangat kebersamaan. Karena itu, OSIS berupaya memberikan contoh positif melalui sikap ramah, santun, dan menghormati setiap peserta didik baru.
“Kami ingin adik-adik kelas VII merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Mereka datang dari berbagai latar belakang sekolah dasar yang berbeda, sehingga perlu dibangun rasa kebersamaan dan persaudaraan. Kami mengajak mereka untuk saling mengenal, saling membantu, dan menjaga komunikasi yang baik dengan sesama,” ujarnya.Angga juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam pergaulan, baik secara langsung maupun di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan sikap bijak dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan konflik maupun tindakan perundungan digital.“Menjaga sikap dan perkataan adalah bagian dari karakter yang harus dimiliki setiap pelajar. Kata-kata yang baik akan melahirkan hubungan yang baik pula. Karena itu, kami terus mengingatkan siswa untuk berpikir sebelum berbicara, menghormati orang lain, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” katanya.Melalui MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMPN 1 Tirtamulya berharap seluruh peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sekaligus memahami pentingnya membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan peduli terhadap sesama. Dengan semangat anti-bullying dan penguatan karakter yang terus ditanamkan, sekolah optimistis dapat menciptakan generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.***Red-Man























