Bentengi Generasi Digital Sejak Hari Pertama, SMPN 1 Klari Gandeng Polisi Edukasi Bahaya Judi Online Saat MPLS
Pendidikan    Jumat 17 Juli 2026    13:24:27 WIBKarawang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Klari tidak hanya menjadi ajang bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun karakter dan kesadaran mereka terhadap ancaman yang berkembang di era digital. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah bahaya judi online yang kini semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk remaja.
Sebagai bentuk upaya pencegahan sejak dini, SMP Negeri 1 Klari yang berlokasi di Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menghadirkan Panit Binmas Polsek Klari Polres Karawang, Aiptu Jamaludin, sebagai narasumber dalam kegiatan edukasi yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Dalam penyampaian materinya, Aiptu Jamaludin mengingatkan para siswa bahwa judi online bukan sekadar permainan, melainkan aktivitas ilegal yang dapat menimbulkan berbagai dampak serius. Mulai dari kecanduan, kerugian finansial, gangguan psikologis, menurunnya prestasi belajar, hingga berpotensi menyeret pelakunya ke dalam tindak kriminal.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kapolsek Klari Kompol Bambang Sumitro, SH., MM., CHRA menjelaskan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk melindungi generasi muda dari berbagai bentuk kejahatan digital.
"Kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar sejak dini bahwa judi online memiliki dampak yang sangat merugikan, baik bagi masa depan pribadi maupun keluarga. Melalui edukasi ini, kami berharap para siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak dan tidak mudah tergiur oleh berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan instan," ujar Kompol Bambang Sumitro.
Selain membahas bahaya judi online, para peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan media sosial secara positif, menjaga etika dalam berinternet, serta berani menolak segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak masa depan mereka.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, bahkan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait modus-modus judi online yang saat ini banyak beredar melalui media sosial maupun aplikasi digital.
Kepala SMP Negeri 1 Klari, Toib, S.Pd., MM, mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah dan Polsek Klari dalam memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik baru. Menurutnya, MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi wahana membangun fondasi moral, kedisiplinan, dan literasi digital bagi siswa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Klari yang telah meluangkan waktu memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, ancaman seperti judi online menjadi persoalan yang nyata dan harus diantisipasi bersama. Karena itu, kami ingin para peserta didik memiliki pemahaman sejak awal bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru terjerumus pada aktivitas yang merugikan."
Ia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen menjadikan MPLS sebagai proses pembentukan karakter yang humanis, ramah anak, serta menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak mampu menjadi generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat. Mereka harus berani mengatakan tidak terhadap judi online, penyalahgunaan media sosial, maupun berbagai perilaku negatif lainnya. Pendidikan karakter tidak cukup dilakukan oleh sekolah saja, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan kepolisian, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik," ujar Toib.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara dunia pendidikan dan aparat kepolisian, SMP Negeri 1 Klari berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan era digital dengan sikap yang bijak dan bertanggung jawab.***Red-Man























