Banjir Rendam Tiga Sekolah di Karawang, Disdikbud: KBM Fleksibel, Keselamatan Prioritas
Pendidikan    Kamis 22 Januari 2026    17:10:51 WIBKARAWANG -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mencatat sedikitnya tiga sekolah terdampak banjir hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Tiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Telukjambe Barat, SDN Karangligar 1, dan SDN Karangligar 2 di Kecamatan Telukjambe Barat.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menjelaskan sekolah yang masuk kategori terdampak adalah yang mengalami genangan lebih dari 30 sentimeter, terjadi selama tiga hari berturut-turut tanpa surut, serta air sudah masuk ke ruang kelas.
“Yang kami data dan laporkan adalah banjir yang benar-benar mengganggu KBM. Kalau hanya halaman sekolah yang tergenang, itu tidak kami masukkan karena tidak berdampak langsung pada proses pembelajaran,” ujar Wawan, Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud menginstruksikan sekolah-sekolah untuk segera mengamankan dokumen dan aset penting. Selain itu, pemantauan kondisi sekolah terdampak dilakukan secara berkala, disertai koordinasi dengan pihak kecamatan serta instansi terkait.
“Kami sudah mengingatkan seluruh sekolah yang terdampak agar segera mengamankan dokumen penting, seperti arsip sekolah dan perangkat pembelajaran, supaya tidak rusak akibat banjir. Kami juga hingga saat ini masih terus memantau kondisi di lapangan,” kata Wawan.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan, menyatakan pihaknya memberi fleksibilitas kepada satuan pendidikan yang terdampak dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurutnya, proses belajar dapat dilakukan secara daring maupun melalui penugasan mandiri, menyesuaikan situasi di tiap sekolah.
“Pembelajaran bersifat fakultatif, bisa dilakukan secara daring atau penugasan mandiri, disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah. Yang terpenting, keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas,” ujar Irlan.
Ia juga menegaskan sekolah tidak perlu memaksakan KBM tatap muka sebelum kondisi benar-benar aman. Selama banjir belum surut dan ruang kelas masih terdampak, pembelajaran langsung sebaiknya ditunda.
“Kami minta sekolah mengikuti situasi di lapangan. Selama banjir belum surut dan ruang kelas masih terdampak, KBM tatap muka sebaiknya ditunda,” pungkasnya.***Emn




























