Indramayu Berduka, Nelayan Dadap Ditemukan Meninggal Setelah Terhantam Ombak Tinggi
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    15:14:53 WIBIndramayu – Laut yang sehari-hari menjadi ladang penghidupan kini menyisakan duka bagi warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat. Karyono alias Tiplok (42), seorang nelayan yang dikenal ramah dan pekerja keras, ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Dadap, Sabtu (24/1/2026). Jenazahnya mengapung tak jauh dari breakwater, sekitar lima meter dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dadap, setelah sehari penuh dinyatakan hilang.
Keluarga Karyono menunggu kabar dengan harap cemas sejak Jumat (23/1/2026) pagi, saat perahu KM Baru Kasih GT 2 yang ditumpanginya bersama dua rekannya terbalik dihantam gelombang tinggi dalam perjalanan pulang melaut. Dua rekannya berhasil selamat, namun Karyono tenggelam bersama perahunya.
“Sejak pagi kami mencari ke mana-mana, tapi gelombang tinggi membuat semua sulit. Hati kami hancur saat tahu akhirnya beliau ditemukan meninggal,” ungkap salah seorang anggota keluarga dengan suara bergetar.
Cuaca Buruk Jadi Tantangan Pencarian
Proses pencarian di laut yang ganas bukan perkara mudah. Ombak tinggi dan angin kencang sempat menghentikan beberapa upaya tim SAR gabungan. Meski demikian, kerja keras mereka membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.43 WIB, jenazah Karyono ditemukan oleh pemancing yang tengah berada di dekat breakwater Pantai Dadap.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, memastikan jenazah tersebut adalah Karyono setelah dikonfirmasi keluarga. “Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU desa setempat. Ini menjadi peringatan bagi nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut,” ujarnya.
Duka Warga dan Kehilangan yang Mendalam
Kehilangan Karyono dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga tetangga dan warga sekitar. “Beliau selalu tersenyum dan ramah, tidak pernah lelah membantu tetangga. Kehilangan ini sangat besar bagi kami,” kata salah seorang warga. Suasana duka menyelimuti Desa Dadap saat prosesi pemakaman berlangsung, dengan doa bersama dan tangis yang menandai perpisahan terakhir.
Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa laut, sekalipun menjadi sumber kehidupan, juga menyimpan risiko yang tak bisa dipandang remeh. Keselamatan menjadi prioritas, dan kewaspadaan menghadapi gelombang tinggi adalah kunci bagi para nelayan agar tragedi serupa tidak terulang.
Karyono kini beristirahat di peristirahatan terakhirnya, meninggalkan kenangan akan sosok pekerja keras, penuh tanggung jawab, dan dicintai masyarakat sekitar. Laut yang dulu menjadi sahabatnya kini menjadi saksi bisu dari keberanian dan pengorbanannya.***Fikri Rianto




























