Bulog Turun ke Pasar, Pastikan Warga Karawang Tenang Sambut Ramadan
Ekonomi    Rabu 25 Februari 2026    04:31:17 WIBKARAWANG – Pagi itu, suasana di Pasar Johar Karawang terasa lebih sibuk dari biasanya. Di antara pedagang yang menata dagangan dan warga yang berburu kebutuhan pokok jelang Ramadan, tampak rombongan berseragam biru menyusuri lorong-lorong pasar.
Tim dari Perum Bulog Cabang Karawang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), memastikan satu hal penting: stok pangan aman dan harga tetap terkendali.
Sidak dipimpin Wakil Pemimpin Cabang Bulog Karawang, Angga Trenggana. Dua titik strategis menjadi sasaran pemantauan, yakni Pasar Johar dan Pasar Baru Karawang. Keduanya dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan utama masyarakat setempat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas strategis terpantau stabil. Minyak goreng rakyat merek Minyakita masih dijual Rp15.700 per liter, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dibanderol Rp12.500 per kilogram di pasar tradisional wilayah Karawang.
“Beberapa waktu lalu memang terdapat indikasi keterbatasan stok Minyakita di sejumlah titik. Namun saat ini kami telah melakukan penambahan pasokan ke kios-kios pasar tradisional di wilayah Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi,” ujar Angga di sela kegiatan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.
Bulog juga menegaskan akan terus memperkuat distribusi dan melakukan pengawasan rutin agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat menekan daya beli warga.
“Harapan kami, stabilitas pangan di wilayah Karawang dan Bekasi tetap terjaga sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa perlu merisaukan fluktuasi harga,” pungkas Angga.
Melalui sidak dan distribusi yang konsisten, Bulog Karawang ingin memastikan bahwa hiruk-pikuk pasar menjelang Ramadan tetap menghadirkan rasa aman bukan kecemasan bagi para pembeli. Di tengah dinamika harga pangan nasional, kehadiran negara di lorong pasar menjadi penegas bahwa kebutuhan pokok rakyat tetap menjadi prioritas.***Red Emn

























