Revitalisasi Tambak Pantura, Harapan Baru bagi Pesisir Subang
Pemerintahan    Rabu 25 Februari 2026    00:21:53 WIBSUBANG-Sakti Wahyu Trenggono bersama Dedi Mulyadi menyambangi Kabupaten Subang dalam langkah konkret mempercepat Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat. Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, di Lembur Pakuan Gubernur Jawa Barat, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi bagian penting dari percepatan program yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan, revitalisasi tambak Pantura membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran. Program ini dirancang tak hanya untuk menghidupkan kembali tambak-tambak terlantar, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Pelaksanaan revitalisasi tambak Pantura tentu perlu sinergi yang baik antara pusat dan daerah. Program ini harus mengutamakan kepentingan masyarakat, mendukung penguatan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Trenggono.
Senada, Gubernur Jawa Barat menilai percepatan revitalisasi menjadi kabar menggembirakan bagi warga pesisir utara. Selama ini, banyak tambak terbengkalai yang justru menjadi titik rawan abrasi. Dengan penataan ulang dan pengelolaan modern, kawasan tersebut diharapkan berubah menjadi sentra produktif yang membuka lapangan kerja baru.
Bagi Kabupaten Subang, langkah ini menjadi momentum strategis. Wilayah Pantura Subang termasuk kawasan prioritas revitalisasi, sehingga kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program.
Revitalisasi tambak bukan semata soal infrastruktur perikanan. Di baliknya, ada harapan tentang kesejahteraan nelayan, penguatan ekonomi biru, serta masa depan pesisir yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman abrasi.
Jika sinergi ini berjalan konsisten, Pantura Subang tak lagi identik dengan tambak terbengkalai, melainkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi pesisir Jawa Barat.***Red Ahas



























