Perkuat Sinergi Pengamanan Lebaran 2026, Polres Subang Gelar Rakor Lintas Sektoral: “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”
POLRI    Rabu 11 Maret 2026    17:00:20 WIBSubang — Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Subang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilaksanakan di Aula Patriatama Polres Subang, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., serta dihadiri oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., unsur TNI, Forkopimda, instansi pemerintah daerah, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Subang.
Rakor ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergitas dan koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Kabupaten Subang yang menjadi jalur strategis lintasan kendaraan.
Dalam sambutannya, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan bahwa Operasi Ketupat Tahun 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, yang mencerminkan komitmen negara melalui seluruh unsur terkait untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat selama perjalanan mudik.
“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergitas antar instansi, sehingga pengamanan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Subang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan bahwa Kabupaten Subang memiliki posisi strategis sebagai jalur utama Pantura serta jalur alternatif menuju kawasan wisata Bandung dan wilayah selatan Jawa Barat. Hal tersebut membuat potensi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran cukup tinggi.
Berdasarkan prediksi nasional, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16–17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 23–24 Maret 2026. Namun demikian, masyarakat diperkirakan sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal sejak 13 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar atau kendaraan sumbu tiga ke atas pada jalur tol maupun arteri mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Tol Semarang–Solo pada saat arus mudik, serta diberlakukan sebaliknya pada arus balik.
Kapolres juga mengingatkan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas selama periode Lebaran, seperti tindak pidana C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), pungutan liar di lokasi wisata, penipuan, hingga peredaran narkotika.
Di samping itu, potensi bencana alam juga menjadi perhatian, seperti kemungkinan longsor di wilayah jalur selatan serta banjir di kawasan Pantura, khususnya di wilayah Ciasem dan Pamanukan, yang dapat berdampak pada kelancaran arus kendaraan.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Lebaran.
“Kami berharap sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder dapat terus terjalin dengan baik, sehingga masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melintas di wilayah Subang dapat merasakan keamanan dan kenyamanan,” ungkapnya.
Melalui rakor lintas sektoral ini diharapkan seluruh unsur terkait dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Kabupaten Subang dapat berjalan optimal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, serta kondusif.

























