Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua, SMPN 1 Rengasdengklok Siapkan Siswa Hadapi TKA Lewat Bimbel
Pendidikan    Selasa 10 Maret 2026    15:45:35 WIBKarawang – Semangat kebersamaan antara pihak sekolah dan para wali murid tercermin dalam program bimbingan belajar (bimbel) yang diselenggarakan SMPN 1 Rengasdengklok bagi siswa kelas IX. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membantu para siswa mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah negeri.
Di tengah harapan besar para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah pilihan mereka, sekolah bersama orang tua berinisiatif menghadirkan ruang belajar tambahan yang lebih terarah. Melalui bimbingan belajar tersebut, siswa mendapatkan penguatan materi pelajaran sekaligus pendampingan agar lebih siap dan percaya diri ketika menghadapi ujian.
Program bimbingan belajar ini lahir dari hasil kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan para wali murid. Sebelumnya, sekolah menggelar sosialisasi dengan mengundang seluruh orang tua siswa kelas IX untuk menjelaskan tujuan, mekanisme, serta manfaat kegiatan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, para orang tua menyambut baik program yang dinilai dapat membantu meningkatkan kesiapan akademik siswa.
Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai. Selama kurang lebih tiga minggu, para siswa mengikuti sesi pembelajaran tambahan yang difokuskan pada penguatan kompetensi akademik yang akan diujikan dalam Tes Kemampuan Akademik.
Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap siswa kelas IX yang tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Dalam sosialisasi kami mengundang seluruh orang tua murid. Kami jelaskan bahwa program ini merupakan tambahan bagi siswa yang ingin memperdalam materi. Jadi keputusan mengikuti bimbel sepenuhnya kami kembalikan kepada orang tua dan siswa,” ujar Asma, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang perlu didukung melalui berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan kesempatan belajar tambahan bagi mereka yang ingin memperkuat pemahaman materi pelajaran.
“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa yang ingin mendapatkan penguatan materi melalui bimbingan belajar. Harapannya, mereka bisa lebih siap dan lebih percaya diri ketika menghadapi Tes Kemampuan Akademik,” katanya.
Asma juga menegaskan bahwa program bimbingan belajar tersebut tidak bersifat wajib. Pihak sekolah hanya menyediakan fasilitas bagi siswa yang ingin memanfaatkan kesempatan belajar tambahan tersebut.
“Sekali lagi kami sampaikan bahwa kegiatan ini bukan kewajiban. Bagi siswa yang ingin mengikuti tentu kami fasilitasi dengan baik, sementara bagi yang tidak mengikuti pun tidak menjadi masalah,” jelasnya.
Bagi para wali murid, kehadiran program bimbingan belajar ini menjadi bentuk nyata perhatian sekolah terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. Selain membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri.
Melalui kerja sama yang terjalin antara sekolah dan orang tua, program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mendukung langkah para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan persiapan yang lebih matang, diharapkan siswa SMPN 1 Rengasdengklok dapat menghadapi Tes Kemampuan Akademik dengan lebih tenang dan optimistis, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk meraih masa depan pendidikan yang lebih baik.***Red
























