UNSIKA Salurkan Zakat untuk 150 Warga Sekitar Kampus, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan
Sosial    Kamis 12 Maret 2026    20:54:48 WIBKARAWANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh civitas akademika Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DKM Masjid Al-Khoir, UNSIKA menyalurkan zakat fitrah, zakat mal, serta zakat fidyah kepada sekitar 150 warga yang tinggal di lingkungan sekitar kampus, (12/3).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Khoir UNSIKA ini menjadi bagian dari agenda sosial Ramadan yang secara rutin digelar setiap tahun. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Ketua UPZ DKM Masjid Al-Khoir UNSIKA, Nurhasan, S.Pd.I., M.Pd., serta Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat, H. Asep Abdullah Syafei, A.Md.
Ketua UPZ DKM Masjid Al-Khoir UNSIKA, Nurhasan, menjelaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan hasil penghimpunan yang dilakukan sejak 1 Maret 2026. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, hari ini zakat dapat disalurkan kepada sekitar 150 warga. Prioritasnya memang masyarakat yang berada di lingkungan sekitar kampus,” ujar Nurhasan.
Ia menambahkan, total dana zakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp12.592.000. Dana tersebut terdiri dari zakat fitrah sebesar Rp9.576.000, zakat mal Rp1.968.000, serta infaq sebesar Rp1.048.000.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang, Asep Abdullah Syafei, memberikan apresiasi kepada UPZ DKM Masjid Al-Khoir UNSIKA yang dinilai konsisten dalam menghimpun serta menyalurkan zakat kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan unit pengumpul zakat di lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih luas di Kabupaten Karawang.
“Pengelolaan zakat harus memperhatikan tiga aspek penting, yakni aman secara syariat, aman secara regulasi, dan aman dalam konteks kepentingan negara,” jelasnya.
Asep juga mengajak seluruh civitas akademika UNSIKA untuk menyalurkan zakat melalui UPZ DKM Masjid Al-Khoir yang telah memiliki legalitas resmi. Ia menilai potensi zakat di lingkungan kampus sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat secara berkelanjutan.
Ia pun berharap kesadaran berzakat di kalangan civitas akademika UNSIKA terus meningkat, tidak hanya pada momentum Ramadan, tetapi juga secara rutin setiap bulan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.***Red Emn
























