Gema Takbir dan Dentuman Bedug Satukan Warga, Karawang Gelar Festival Ngadulag di Malam Takbiran
Pemerintahan    Minggu 15 Maret 2026    17:30:39 WIBKARAWANG – Dentuman bedug yang berpadu dengan gema takbir akan kembali menggema di Kabupaten Karawang pada malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Festival Bedug (Ngadulag) Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2026, sebuah tradisi budaya yang sarat makna kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Festival yang mengusung tema “Dengan Gema Takbir Mari Lestarikan Budaya Ngadulag Dalam Semangat Persatuan Untuk Karawang Maju” ini akan digelar pada malam 1 Syawal 1447 H, menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah pusat, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni tabuh bedug, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan dukungan kepada kecamatan masing-masing yang ikut ambil bagian dalam festival tersebut. Antusiasme warga diperkirakan akan memadati sejumlah titik lokasi penyelenggaraan.
Untuk memudahkan partisipasi masyarakat, festival dibagi ke dalam tiga zona kegiatan.
Zona 1 melibatkan kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Tegalwaru, Pangkalan, Klari, Purwasari, Majalaya, dan Ciampel, yang akan berlangsung di halaman depan Kantor Bupati Karawang.
Sementara itu, Zona 2 diikuti kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari, dan Kotabaru, dengan lokasi kegiatan di halaman Kantor Kecamatan Cikampek.
Adapun Zona 3 mempertemukan peserta dari kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, dan Pakisjaya. Zona ini akan digelar di halaman Kantor Kecamatan Jayakerta.
Melalui festival ini, pemerintah daerah berharap tradisi ngadulag menabuh bedug sebagai simbol syiar dan kegembiraan menyambut Idulfitri dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Karawang.
Malam takbiran pun tak sekadar menjadi penanda kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum merawat budaya lokal yang menjadi identitas daerah. Dentuman bedug yang bergema di berbagai penjuru Karawang diharapkan menjadi simbol semangat persatuan menuju Karawang yang semakin maju.***Red
























